Berita Terkini

Menu
Previous
Next

Kabar PKS

Kabar Parlemen

Kabar Indonesia

Opini

Tausiah

Inspirasi

Recent Posts

PKS dan Dinkes Kota Binjai Komit Canangkan Germas

Senin, 11 September 2017 / No Comments

sumut.pks.id, BINJAI (11/09) – Dalam Sosialisai Gerakan Masyarakat Sehat (Germas) di aula SIT Al-Fitiyah, Binjai, Minggu (10/09), Anggota Komisi IX DPR RI Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Anshory Siregar Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Binjai, dr. Mahaniari Manalu, disaksikan Kasubdit Peningkatan Mutu dan Kecukupan Gizi, Direktorat Gizi Masyarakat Dirjen Kemkes Propinsi Sumatera Utara, Galopong Sianturi, menandatangani Komitmen Bersama pencanangan program Germas kepada masyarakat Kota Binjai.

“Germas ini sebenarnya hanya bertujuan mengajak kita wujudkan pola hidup sehat sederhana yang murah dan bahkan gratis” kata Anshori Siregar anggota Komisi IX DPR RI F-PKS. Lebih lanjut Anshori menambahkan “Bergerak atau beraktifitas fisik 30 menit sehari, itu kan murah, bahkan gratis” ungkapnya saat menerangkan tujuan dari sosialisai Germas, yang di acara sosialisasi itu juga dihadiri oleh Galopong Sianturi, Kasubdit Peningkatan Mutu dan Kecukupan Gizi, Direktorat Gizi Masyarakat Dirjen Kemkes Propinsi Sumatera Utara.

Germas adalah kampanye kesehatan yang mudah untuk diterapkan di keseharian masyarakat kita. Tujuan Germas tak lain adalah menyadarkan masyarakat akan pentingnya pola hidup sehat untuk mecegah penyakit, seperti stroke, hipertensi, diabetes, kanker dan sebagainya. Tiga pokok aktivitas Germas yakni, 1) Konsumsi buah dan sayur tiga kali sehari, 2) Bergerak atau beraktifitas fisik 30 menit sehari, dan 3) Periksa kesehatan enam bulan sekali secara berkala, merupakan kegiatan yang sederhana dan besar manfaatnya.

“Program ini memang belum pernah kita sosialisasikan. Dan acara ini telah menyadarkan kita akan pentingnya Germas ini. Dinkes Kota Binjai akan segera mencanangkan ini di instansi pemerintahan Kota Binjai dalam waktu dekat, sebagai langkah awal” ujar Ketua Dinkes Kota Binjai, dr. Mahaniari Manalu.

Acara yang dihadiri masyarakat Kota Binjai ini sangat mencuri perhatian seluruh peserta sosialisasi. Hal ini tak lepas dari keotentikan materi bahasan dan peragaan beragam contoh gerakan fisik 30 menit sederhana yang bisa diterapkan dimana saja, baik di kantor, sekolah, rumah, lapangan dan tempat manapun yang luasnya seluas tubuh orang dewasa bisa bergerak. Dan tentunya peran aktif peserta sosialisasi dalam upaya pengkampanyean Gemar ini sangat diharapkan dapat terealisasi dengan baik.[amr]

PKS: Germas, Pola Hidup Sehat Gratis Besar Manfaat

/ No Comments

sumut.pks.id, BINJAI (10/09) – Kesehatan masyarakat modern yang kian kemari terus menurun, menyita perhatian Komisi IX Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (F-PKS) Anshori Siregar. Kampanye Gerakan Masyarakat Sehat (Germas) yang dianggap sebagai langkah sederhana nan efisien disosialisasikan sebagai bentuk kongkrit pengabdian masyarakat yang diupayakan F-PKS.

Hal ini terwujud dalam kegiatan Sosialisasi Germas yang tampak digelar oleh Komisi IX F-PKS berkerjasama dengan Dirjen Kemkes Propinsi Sumatera Utara yang untuk berikutnya diteruskan ke Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Binjai di aula SIT Al-Fityah Binjai, Kecamatan Binjai Barat, Minggu (10/09) lalu.

“Dewasa ini penyakit menyerang masyarakat mendadak, beda dengan penyakit dulu yang cenderung menular. Ini tak terlepas dari kita yang kurang bergerak, bukan malas bergerak, namun fasilitas sekarang yang mebuat kita kurang bergerak,” papar Anggota Komisi IX DPR RI F-PKS, Anshori Siregar dalam sambutannya.

“Germas merupakan sebuah gerakan yang mengkampanyekan pola hidup sehat sederhana yang murah dan bahkan gratis. Bergerak atau beraktivitas fisik 30 menit sehari, itu kan murah, bahkan gratis” lanjutnya saat menerangkan tujuan dari sosialisai Germas, yang saat itu dihadiri pula oleh Kasubdit Bina Kewaspadaan Gizi Kementrian Kesehatan Pusat, Galopong Sianturi.

Germas adalah kampanye kesehatan yang mudah untuk diterapkan di keseharian masyarakat kita. Tujuan Germas tak lain adalah menyadarkan masyarakat akan pentingnya pola hidup sehat untuk mecegah penyakit, seperti stroke, hipertensi, diabetes, kanker dan sebagainya. Tiga pokok aktivitas Germas yakni, 1) Konsumsi buah dan sayur tiga kali sehari, 2) Bergerak atau beraktifitas fisik 30 menit sehari, dan 3) Periksa kesehatan enam bulan sekali secara berkala, merupakan kegiatan yang sederhana dan besar manfaatnya.

Acara yang dihadiri oleh Kepala Dinas Kesehatan Kota Binjai, dr. Mahaniari Manalu, Kepala-kepala Puskesmas se-Kota Binjai dan elemen masyarakat Kota Binjai yang merupakan peserta acara sosialisasi itu sangat mencuri perhatian. Hal ini tak lepas dari keotentikan materi bahasan serta peragaan beragam contoh gerakan 30 menit sederhana yang bisa diterapkan dimana saja, baik di kantor, sekolah, rumah, lapangan dan tempat manapun yang luasnya seluas tubuh orang dewasa bisa bergerak. Dan output sosialisasi ini tentunya diharapkan terealisasinya masyarakat yang siap berperan aktif mengkampanyekan Germas di lingkungan masing-masing. [amr]

Gelar TFT, Humas PKS Kota Medan Serius Wujudkan Bersosial Media Beretika dan Berkarakter

Kamis, 31 Agustus 2017 / No Comments

sumut.pks.id, MEDAN - Bidang Humas Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Medan berusaha mewujudkan agar pesan-pesan kepada publik yang dilakukan oleh kader maupun pengurus dan juga pejabat publik PKS dilakukan dengan cara-cara yang beretika dan berkarakter.

Hal tersebut dikatakan oleh Ketua Bidang Hubungan Masyarakat DPD PKS Kota Medan Syaiful Ramadhan pada Acara Training For Trainer (TFT) Sosial Media beretika dan berkarakter di Gedung BPNFI Jalan Kenanga Raya, Minggu (27/08).

"Hal ini memang sudah menjadi arahan baik dari pimpinan Majelis Syuro maupun DPP PKS agar para kader, pengurus dan juga para pejabat publik dari PKS itu memanfaatkan seluas mungkin media, baik media konvensional maupun media sosial untuk menyampaikan pesan-pesan kebaikan dan pendapat-pendapat serta pandangan partai kepada publik seluas-luasnya. Tetapi tetap dengan cara beretika dan berkarakter," tutur Syaiful Ramadhan.

Oleh karena itu, kami menghimbau kepada kader, pengurus dan pejabat publik PKS agar memanfaatkan media sosial ini dengan beretika dan berkarakter. "Lebih baik sosial media digunakan untuk mensosialisasikan kegiatan-kegiatan yang dilakukan PKS kepada masyarakat, berdakwah dan berbisnis sehingga sosial media yang beretika dan berkarakter yang dilakukan dapat membantu kemenangan Dakwah," tutup Syaiful Ramadhan.

Sementara itu, Ketua umum DPD PKS Kota Medan Salman Alfarisi pada sambutannya saat membuka acara TFT tersebut mengatakan pentingnya membangun opini yang positif dalam dakwah dan berhati-hatilah dalam meyebarkan informasi kepada publik.

"Jangan sampai para kader, struktur dan pejabat publik PKS terjebak ikut dalam menyebarkan informasi yang tidak benar kepada publik atau sering disebut HOAX."

Dalam Al-Qur'an Suarat Al-Hujurat ayat 6, Allah SWT berfirman “Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu.” jelas Salman Alfarisi.

Materi yang di berikan cukup beragam mulai dari sosialisasi panduan sosmed PKS, pentingnya sosial media, kekuatan brand dalam sosial media, cara menulis copy writing yang baik dan benar dan sosial media untuk kemenangan dakwah. [syf]

Fraksi PKS Sumut Gelar Lomba Baca Kitab Kuning

/ 4 Comments

sumut.pks.id, MEDAN - Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPRD Sumatera Utara menggelar Lomba Baca Kitab Kuning bertempat di Kantor Dewan Pengurus Wilayah (DPW) PKS Provinsi Sumatera Utara, Jl Kenanga Raya No. 51 Tanjung Sari, Medan, Minggu (27/8/17).

Ketua Panitia Pelaksana, H. Syamsul Qodri Marpaung, Lc yang juga wakil ketua Fraksi PKS DPRD Sumatera Utara mengatakan Lomba ini merupakan rangkaian dari lomba baca kitab kuning secara nasional yang digagas oleh Fraksi PKS DPR RI.

“Lomba di Sumut hari ini merupakan yang pertama dilaksanakan PKS Sumatera Utara, ini merupakan rangkaian dari lomba baca kitab kuning secara nasional, di Sumut kita laksanakan babak penyisihan, yang terbaik kita berangkatkan untuk mengikuti babak final di Jakarta.” Ujarnya saat membuka acara lomba baca kitab kuning.

Sebagaimana diketahui, Fraksi PKS di DPR RI menyiapkan hadiah menarik bagi pemenang lomba tingkat Nasional berupa satu tiket Umrah, selain itu juga disiapkan hadiah uang tunai 20 juta dan 15 juta bagi juara II dan III.

Untuk babak penyisihan sendiri, panitia lokal di Sumatera Utara menyiapkan hadiah berupa uang tunai sebesar 5 juta, 3 juta dan 2 juta bagi pemenang I, II dan III, tentunya juara I akan menjadi wakil Sumatera Utara untuk berkompetisi pada babak final di Jakarta.

Babak penyisihan di Sumut diikuti oleh berbagai pesantren yang berasal dari pesantren Medan, Deli Serdang, Pematang Siantar, Simalungun, Asahan, Labuhan Batu, dan Padangsidempuan. Diantaranya Pondok Pesantren Raudhatul Hasanah, Pondok Pesantren Darussalam, Pondok Pesantren Nurul Iman, Pondok Pesantren Nurul Hakim, Pondok Pesantren Darul Istiqomah, dan lainnya.

Ketua Fraksi PKS DPRD Sumut, Zulfikar mengatakan lomba ini dilakukan guna meningkatkan kecintaan generasi muda Indonesia pada khazanah ilmu Islam yang langsung bersumber dari rujukan utama, yakni kitab kuning.

"Lomba ini sudah sejak lama kami rencanakan. Karena PKS adalah partai dakwah yang sangat akrab dengan khasanah agama, termasuk kitab kuning. Ini juga cara PKS menjunjung tinggi ulama salaf dan warisannya agar tetap memiliki tempat mulia di kalangan generasi muda," kata Zulfikar yang saat ini sedang melaksanakan ibadah haji saat dihubungi melaui voice call whatapp (27/8).

Bertindak sebagai dewan juri saat Lomba Baca Kitab Kuning Fraksi PKS DPRD Sumut diantaranya H. Muslim Maksum Yusuf, Lc (Alumni Univ. Al-Azhar Mesir), juri II H. Muhammad Nuh, Lc, MSP  (Alumni LIPIA Jakarta), dan juri III H. Kasman Lubis, Lc, MA (Alumni Univ. Al-Azhar Mesir).

Keluar sebagai pemenang pertama dalam Lomba Baca Kitab Kuning Edi Saptriyo dari Pondok Pesantren Darussalam Pematang Siantar dengan perolehan nilai sebesar 1001, pemenang kedua Akbar Gunawan dari Pondok Pesantren Raudhatul Hasanah Medan dengan perolehan nilai sebesar 995, dan pemenang ketiga Muhammad Zain Al-Anshori dengan perolehan nilai sebesar 982 perwakilan dari Pondok Pesantren Darussalam Pematang Siantar. [sak]

DPR Berperan Menguatkan Fungsi BNP2TKI

/ 1 Comment

sumut.pks.id, BINJAI - Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) mendukung penuh kegiatan sosialisasi ke masyarakat tentang penggunaan jalur resmi yang akan bekerja ke luar negeri. Hal ini disampaikan dalam paparannya kepada para peserta pelaksanaan kegiatan Sosialisasi Program Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia yang digagas oleh Lembaga Baitul Hijrah Kota Binjai bekerjasama dengan Komisi IX DPR RI, Ahad (27/8).

Panitia penyelenggara kegiatan Fitra Syamsurizal selaku Ketua Lembaga Pendidikan Baitul Hijrah dalam kata sambutannya menyampaikan bahwa hal seperti inilah yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat terkhusus masyarakat di Kota Binjai.

“Kami menginginkan masyarakat cerdas dalam mencari nafkah, memiliki skill dalam bidang pekerjaannya, memahami dampak buruk dari pekerjaan yang di tekuninya. sosialisasi prosedur penempatan tenaga kerja luar negeri ini adalah wadah yang pas untuk kami bisa mendapatkan info dan data valid” ujar Fitra. Kegiatan yang dikemas dalam diskusi panel ini dihadiri oleh 60 orang peserta yang terdiri dari ibu PKK, masyarakat umum, LSM serta perangkat desa yang ada di Kecamatan Binjai Selatan.

Kegiatan sosialiasasi dibuka Anshori Siregar, yang menyatakan DPR berperan menguatkan fungsi BNP2TKI, dan mengharapkan agar masyarakat ikut mendukung peranan dari BNP2TKI.

“Calon TKI masih sering dihantui oleh praktik jual beli job yang membebankan dari pihak agensi. Pasalnya seringkali pihak agensi meminta biaya kepada Pelaksana Penempatan Tenaga Kerja Indonesia Swasta (PPTKIS) setelah TKI bekerja ke luar negeri. Target kita jelas, kita ingin tekan cost serendah mungkin. TKI tidak boleh dibebani biaya yang tidak lazim. Jadi biaya harus semurah mungkin. Jual beli job order ini sepenuhnya dikendalikan oleh PPTKIS dan agensi. Jadi dalam menyelesaikan masalah ini kami berharap pemerintah fokus pada pembinaan PPTKIS,” ungkap Anshory Anggota Komisi IX DPR RI dalam sosialisasinya.

Kegiatan yang menghadirkan Direktur Kerjasama dan Verifikasi Dokumen Penempatan BNP2TKI Dr. Haposan Saragih, Kepala Seksi (Kasi) Perlindungan dan Pemberdayaan Balai Pelayanan, Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI) Medan Drs. M. Rizal Saragih. Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Binjai yang di wakili oleh Bapak Sumarno.

Dalam pemaparan narasumber ke dua dari BNP2TKI menyatakan bahwa bekerja menjadi TKI di Luar Negeri harus menjadi pilihan ke dua. Pilihan pertamanya adalah bekerja di dalam Negeri.

"Menurut saya lebih baik bekerja di dalam Negeri, bisa membangun negeri sendiri. Kalau bekerja di Luar Negeri itu membangun negara lain. Saya lebih senang agar bisa bekerja di dalam Negeri menjadi pilihan pertama," papar Haposan Saragih di Binjai Estete Kecamatan Binjai Selatan.

Ia mengatakan untuk menjadi TKI harus melalui prosedur yang benar tidak boleh tertipu, jangan sampai menjadi masalah dan berangkat tanpa melalui prosedur. Intinya jika ingin menjadi TKI carilah informasi yang benar bisa di website BNP2TKI atau datang ke BP3TKI Medan di jalan Pendidikan No 357 Mariendal. Haposan juga menegaskan bagi yang masih menganggur silahkan bekerja di Luar Negeri tapi itu hanya pilihan ke dua, pilihan pertama tetap bekerja di dalam Negeri. Bekerja di Luar Negeri ada aturannya, harus mengikuti prosedur yang benar dan diingatkan akan lebih baik lagi jika yang bekerja ke luar negeri adalah bapak-bapaknya/laki-lakinya, sedangkan ibunya bisa mengurus keluarga di rumah.

Dalam kesimpulan sosialisasi ini Anshory berharap kepada masyarakat agar bisa memahami prosedur dan mekanisme menjadi TKI. TKI di Luar Negeri menjadi tangggung jawab BNP2TKI dan Kementerian Luar Negeri. Ada sekitar 6 juta TKI berada di Luar Negeri, dulu yang paling banyak pekerja rumah tangga di Saudi Arabia, Qatar, dan Negara Timur Tengah. Di Asia Fasifik juga banyak TKI baik yang resmi maupun non prosedural. TKI non prosedural sering menjadi masalah, mereka telah meninggalkan suami dan keluarga. Ini yang menjadi masalah dan membuat pemerintah pusing. Jangan anggap ini persoalan sederhana ini persoalan serius dan harus ditangani. Terus dipikirkan oleh pemerintah, agar semua masalah TKI menjadi clear. Ada banyak persoalan dan ini perlu diselesaikan masalah secara bersama-sama. [Hr]

PKS : Muslimah Memiliki Peranan dan Kontribusi dalam Pembangunan

Selasa, 01 Agustus 2017 / 4 Comments

sumut.pks.id, BINJAI (31/7) - Dalam upaya peningkatan kesejahteraan keluarga, Bidang Perempuan dan Ketahanan Keluarga (BPKK) Bidang Hubungan Kelembagaan Perempuan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Binjai, bersilaturrahim ke Ikatan Pengusaha Muslimah Indonesia (IPEMI) Kota Binjai di ruang kerja IPEMI di Jalan T. A. Hamzah No. 374E Kecamatan Binjai Utara, Senin (31/7/17).

Silaturahim ini diharapkan dapat membangun sinergitas antar organisasi dalam uapaya peningkatan kapasitas perempuan yang terus menjadi perhatian dan merupakan program prioritas dari BPKK PKS Kota Binjai. Seluruh upaya dan kegiatan yang mampu meningkatkan kesejahteraan keluarga, termasuk pengembangan wirausaha perempuan mendapatkan perhatian dan dukungan penuh dari PKS Kota Binjai yang sekarang memiliki 2 perwakilan di DPRD Kota BInjai.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua IPEMI Kota Binjai dr. Ellen mengatakan “Saat ini banyak pengusaha dari luar yang membeli produk hasil olahan masyarakat Kota Binjai, sehinga kita harus memanfaatkannya”, imbuhnya yang juga didampingi Sekretaris IPEMI Rodiatik, dan Bendahara IPEMI Eni Alya.

Sementara itu, Ketua Bidang Hubungan Kelembagaan Perempuan PKS Siti Hajar mengatakan bahwa terbentuknya organisasi IPEMI tersebut diharap bisa untuk meningkatkan peran dan kontribusi muslimah dalam pembangunan di Kota Binjai yang berkepribadian Indonesia dan berakhlakul karimah.

"Insya Allah kami siap mendukung penuh program-program IPEMI untuk meningkatkan kesejahteraan kaum muslimah juga mengawal produk kita agar tetap eksis terus," jelasnya.

Hadir juga pada kegiatan tersebut Ketua Deputi Kajian Wanita dan Keluarga Sri Wahyunita, anggota Deputi Ketahanan Keluarga Ibu Arfina Muharni, dan anggota Deputi PKKP Putri Ramadhani. [pksbinjai]

Peringati Hari Anak, BPKK PKS Sumut Kunjungi Panti Asuhan Al Washliyah

Rabu, 26 Juli 2017 / 4 Comments

sumut.pks.id, MEDAN - Dalam rangka Hari Anak Nasional 2017, Senin pagi, (24/7/17) Bidang Perempuan Ketahanan Keluarga (BPKK) DPW PKS Sumatera Utara melakukan kunjungan ke Panti Asuhan Al Washliyah Jalan Karya Jaya no.248 Kecamatan Medan Johor.

Rombongan BPKK disambut oleh ketua panti asuhan, Ibu Hj.Rodiah dan beberapa staf guru panti serta anak-anak yatim dan dhuafa penghuni panti asuhan.

BPKK DPW PKS Sumatera Utara dihadiri oleh Ketua Umum Fitri Gustiani, Ketua Bidang PKKP Irfah Halena dan Susi Aisyah, Elli Gutiawati anggota Bidang HKP, Ketua Bidang Kajian Popie Susanty dan anggota Ismah Sya'diah.

Kunjungan kali ini diisi dengan acara motivasi yang disampaikan oleh Susi Aisyah di aula sekolah panti asuhan. Anak-anak diberikan motivasi seputar kehidupan yang harus disyukuri dimanapun kita berada karena sesungguhnya setiap kesulitan diapit oleh dua kemudahan.

Acara diakhiri dengan pemberian santunan alat tulis sekolah kepada anak anak penghuni panti asuhan. Semoga anak anak panti asuhan menjadi anak anak sholeh sholehah, jujur, pintar, bermanfaat untuk agama, nusa dan bangsa.

Bersama BPJS, Ansory Siregar Sosialisasikan Program Jaminan Kesehatan Nasional

Senin, 12 Juni 2017 / 1 Comment

sumut.pks.id, BINJAI - BPJS Cabang Utama Medan menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Program Jaminan Kesehatan Nasional bersama Tokoh Masyarakat H. Ansory Siregar, Lc (Anggota Komisi IX DPR RI) Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Dalam kegiatan tersebut yang bekerja sama dengan Lembaga Pendidikan Baitul Hijrah Kota Binjai menghadirkan 200 orang peserta yang diundang dari seluruh kecamatan di Kota Binjai, Ansory menjelaskan tentang advokasi yang dilakukan di Dewan Perwakilan Rakyat di Jakarta demi mensejahterakan rakyat Indonesia.

“Jangan segan untuk menghubungi saya jika ada masyarakat yang merasa dirugikan oleh pelayanan BPJS keshatan di rumah sakit”, ungkap Ansory, Sabtu (11/7).

Selama berlangsungnya kegiatan di aula Jauhiriyah Binjai Utara, panitia mencoba melakukan pendeteksian kepesertaan BPJS Kesehatan kepada 200 orang peserta yang hadir, dan ternyata hanya 22 orang yang telah mendaftar dan mendapatkan Kartu Indonesia Sehat (KIS).

Muliany selaku Kepala Unit Hukum Komunikasi Publik dan Kepatuhan Cabang Utama Medan menjelaskan dalam paparan materinya tentang pentingnya bergotong royong dalam penjaminan kesehatan masyarakat,

"Setiap peserta dan masyarakt non perserta BPJS Kesehatan wajib mengetahui prosedur pelayanan BPJS kesehatan," ungkap Muliany.

Dalam pemaparan tentang pelayanan BPJS kesehatan Muliany yang di damping langsung oleh Kepala BPJS Kesehatan Kota Binjai Thomas Hamonangan, SE. mendapatkan banyak keritikan dari para peserta tentang buruknya pelayanan kesehtan di beberapa rumah sakit di Kota Binjai.

“Kami akan terus memantau perkembangan pelayanan BPJS kesehatan di Kota Binjai, pelayanan BPJS pasti ada kelebihan dan kekurangannya, sehingga di pertemuan kali ini lah kami beraharapmasukan dari semua kalangan masyarakat” ungkap Thomas dalam sela-sela sesi diskusi.

Kegiatan tersebut ditutup dengan pemberian ucapan terimakasih yang diberikan langsung oleh Ketua Lembaga Pendidikan Baitul Hijrah Bapak Fitra Syamsurizal, A.Md, selaku lembaga penyelenggara sosialisasi BPJS kesehatan ini. Mudah-mudahan kegiatan ini bermanfaat bagi para peserta sosialisasi dengan harapan bisa menjadi penghubung pemahanan tentang BPJS kesehatan yang diperolehnya dalam kegiatan tersebut.

Fraksi PKS Perjuangkan Wajib Belajar 12 Tahun di Sumut

Rabu, 03 Mei 2017 / 1 Comment
sumut.pks.id, MEDAN (2/5) -  Anggota Komisi E DPRD Sumatera Utara Fraksi PKS, Ikrimah Hamidy akan memperjuangkan program Wajib Belajar (WAJAR) 12 tahun menjadi prioritas Sumatera Utara agar meningkatkan kualitas masyarakat yang berdaya saing.

Program ini akan diperjuangkan melalui Panitia Khusus (PANSUS) Rancangan Peraturan Daerah Sistem Penyelenggara Pendidikan Sumatera Utara.

Secara nasional, pemerintah pusat baru menetapkan wajar 9 tahun. Artinya target baru sampai tamat SLTP Sederajat. Namun diera MEA sekarang ini, peningkatan pendidikansudah sangat mendesak agar mampu berdaya saing dengan Negara tetangga.

Daya Saing Sumatera Utara pada 2016 merosot jauh dari 2015 menjadi urutan ke 24 dari 33 provinsi di Indonesia, akibat banyak factor, temuan ini merupakan hasil penelitian dari Asia Competitivenees Institute Lee Kuan Yew School of Public Policy National University Of Singapura.

Konsekuensinya adalah pemerintah Provinsi Sumatera Utara harus juga bertangung jawab guna menunjang pemda kabupaten/kota untuk menjamin keberlangsungan masyarakat guna menuntaskan WAJAR 12 tahun.

“Pemprovsu harus juga bertangung jawab untuk menjamin keberlangsungan masyarakat Sumatera Utara guna menuntuskan Wajib Bekajar 12 tahun,”Ikrimah. [js]

Zulfikar : Jadikan MTQ Momentum Membangun Karakter Masyarakat Sumut

/ 2 Comments

sumut.pks.id, MEDAN (2/5) - Sumatera Utara ditetapkan sebagai tuan rumah MTQ nasional tahun 2018. Banyak hal yang harus dipersiapkan, seperti Qori dan Qoriah agar sumut meraih juara di rumah sendiri, panitia penyelenggara dan rangkaian acara serta yang tak kalah penting dampak bagi masyarakat Sumut agar semangat dalam membaca dan memahami Alquran.

Hal ini disampaikan Zulfikar, Anggota Komisi E DPRD Sumatera Utara Fraksi PKS dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi E DPRD Sumut untuk mengevaluasi persiapan penyelenggaraan MTQ di Sumatera Utara Tahun 2018.

“Menjadi tuan rumah MTQ Tingkat Nasional adalah pertaruhan reputasi dan marwah Sumut, karena kita menyambut para pecinta Alquran. ini tidak bisa main-main, Saya berharap Pemprovsu serius dan bekerja keras untuk mensukseskan event ini” Ujar Zulfikar.

Selain mengevaluasi persiapan penyelenggaran MTQ Nasional. Zulfikar juga menyinggung terkait dampak lain dari penyelenggaraan MTQ ini.

“Sebaiknya kita memandang MTQ tidak sebagai kegiatan kompetisi saja, tapi bagaimana menjadikan Alquran membumi di Nusantara sehingga melahirkan karakter masyarakat yang berakhlakul Karimah. Apa gunanya kita perlombakan rutin dengan Anggaran yang besar tapi tetap menjauhkan Alquran dari anak-anak dan masyarakat kita” tambah Zulfikar.

Harus ada konsep yang jelas dari Pemerintah khususnya Kementrian Agama, agar Al-Quran bisa semakin akrab dengan keseharian masyarakat. Kita terus melakukan pembangunan infrastruktur tapi jangan sampai lalai membangun mental dan spiritual masyarakat khusunya generasi muda. Momentum MTQ harus dijadikan penyemangat untuk membaca dan memahami Al-Quran.

Sesuai rencana MTQ Nasional Tahun 2018 akan diselengarakan selepas Idul Adha 1439 H atau sekitar bulan Agustus – Oktober 2018. Kegiatan ini akan berpusat di Gedung Serbaguna Pemprovsu di Jl William Iskandar Medan dan melibatkan 7 kabupaten/kota lain, yaitu Langkat, Binjai, Medan, Deli Serdang, Serdang Bedagai, Tebing Tinggi dan Asahan. Sebelumnya Sumut pernah juga menjadi tuan rumah MTQ Nasional pada tahun 1971 lalu. [js]