Berita Terkini

Menu
Previous
Next

Kabar PKS

Kabar Parlemen

Kabar Indonesia

Opini

Tausiah

Inspirasi

Recent Posts

Dituding Radikal dan Terkait Teroris, PKS Sumut Lapor ke POLDASU

Kamis, 07 Juni 2018 / No Comments

sumut.pks.id, MEDAN – Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sumatera Utara melalui Ketua Bidang Politik Hukum dan HAM, Zulfikar didampingi Kuasa Hukum PKS, Irwansyah, SH, MH dan Khairul Anwar Hasibuan, SH, MH resmi melaporkan saudara Aulia Alfandry Bastian dan kawan- kawan ke Poldasu, Rabu (6/6), terkait dugaan pencemaran nama baik PKS dan penyebaran berita tidak benar.

Hal ini dilakukan setelah PKS Sumut melalui Bidang Polhukam melakukan kajian hukum terkait unjuk rasa sekelompok massa yang menamakan Aliansi Masyarakat Sumut Siaga Satu di depan Kantor PKS Sumatera Utara, Jl Kenanga Raya No 51, Selasa (22/5). Dalam orasinya maupun dalam selebaran pernyataan sikap yang dibagikan, salah satu poin yang disampaikan Aulia adalah “Mendesak dan mengajak seluruh rakyat untuk menolak politik bertopeng agama dan faham radikalisme PKS yang menjadi pemicu lahirnya kejahatan terorisme”

Ketua Bidang Polhukam PKS Sumut, Zulfikar yang juga Ketua Fraksi PKS DPRD Sumut menyampaikan bahwa tudingan ini adalah tudingan serius, mengaitkan PKS dengan tindakan radikal dan terorisme adalah fitnah yang menyakitkan dan harus dibuktikan didepan peradilan. “PKS tegas mengutuk aksi terorisme, menuding PKS pemicu lahirnya kejahatan terorisme adalah tudingan serius, ini sangat bertentangan dengan sikap PKS dan ini jelas merugikan citra PKS sebagai Partai Politik” Ujar Zulfikar.

Zulfikar yang juga didampingi Ikrimah Hamidy meminta agar pihak kepolisian segera memproses laporan ini. “Demi Keadilan, kami meminta pihak kepolisian segera memproses laporan ini, seperti polisi memproses dugaan pencemaran nama baik Partai lain”.

Sementara itu, kuasa hukum PKS. Irwansyah menilai bahwa semua  alat-alat bukti ada  sudah memenuhi unsur -  unsur pidana, “Berdasarkan alat-alat bukti terhadap perbuatan terlapor, kami menyakini benar bahwa patut diduga apa yang dilakukan terlapor sudah memenuhi unsur-unsur pidana, sebagaimana dimaksud pada pasal 310 ayat 1 atau 311 ayat 1 dan 2 KUHP junto pasal 27 ayat3 UU ITE tentang pencemaran nama baik dan pembuatan atau penyebaran berita tidak benar”.

Irwansyah menambahkan “kami selaku kuasa hukum meminta penyidik kepolisian daerah Sumatera Utara untuk segera melakukan penyelidikan dan penyedikan terhadap laporan tersebut”. [sak]

Butik Rakyat Keliling PKS Binjai Barat Diserbu Warga

Kamis, 11 Januari 2018 / No Comments

sumut.pks.id, BINJAI - Bidang Perempuan dan Ketahanan Keluarga (BPKK) DPC PKS Binjai Barat menggelar acara Buraling alias Butik Rakyat Keliling. Ahad (7/1/18).

Ketua DPC, War Sito dalam sambutannya menyatakan bahwa kegiatan ini adalah bentuk khidmat PKS kepada rakyat. "Walaupun tidak ada Pemilu, kami berusaha berbuat meski sederhana," pungkasnya.

Acara ini, terang Ketua BPKK PKS Binjai Barat, Henny Astuti dirangkai dengan penyuluhan kesehatan terkait Bahaya Difteri dan Pencegahannya oleh dr. Faidul Hidayati Siska Ginting serta kegiatan mendongeng dan membuat origami bersama Poetri Ramadhani, aktivis Kampoeng Dongeng yang juga salah satu perempuan pelopor PKS Binjai.

Tak kurang 50 ibu-ibu warga kelurahan Payaroba dan 30 anak-anak mengikuti kegiatan rutin PKS ini. Melihat antusiasme warga meramaikan acara tersebut, Sekretaris PKS Binjai Barat, Riza mengaku optimis PKS tetap dipercaya rakyat dalam Pemilu 2019. [pkskotabinjai]

Arahan Tertulis Kawilda Banjabar Ust Tate Qomarudin, Lc

Selasa, 09 Januari 2018 / No Comments

Oleh Ketua DPP PKS Wilayah Dakwah Banten, Jakarta, Jawa Barat (Banjabar) 
Tate Qomarudin, Lc

بسم الله الرحمن الرحيم
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

sumut.pks.id, Ikhwati fillah, dalam pembahasan calon-calon di Pilkada ini, argumentasi sampaikanlah; fakta lapangan ungkapkanlah, sudut pandang utarakanlah, kecenderungan pilihan kemukakanlah, kalau perlu adu argumentasi lakukanlah.

Setelah itu dilakukan, bila kemudian keputusan dari atas berbeda (baik keseluruhan atau sebagian) dengan apa yang kita harapkan, maka terimalah dengan lapang dada dan tetap tersenyum.

Karena itu bermakna: ada argumen lain, ada fakta lain, ada sudut pandang lain, dan ada kecenderungan lain yang tidak sama dengan yang kita miliki. Kita semua hanya berikhtiar dengan kalkulasi-kalkulasi yg kita lakukan.

Apakah dalam kalkulasi Allah SWT yang ditentukan DPP adalah yang terbaik dan pasti membuahkan kemenangan? Kita tidak tahu sebagaimana kita juga tidak tahu: Apakah dalam kalkulasi Allah SWT yang kita ajukan adalah yang terbaik dan membuahkan kemenangan?

Akan tetapi dalam kelapangan dada menerima keputusan, setelah segala ikhtiar kita itu, mempunyai makna:

-Ketaatan kepada pimpinan yang notabene merupakan salah satu esensi berjamaah.
-Berkontribusi menjaga soliditas organisasi. Dan betapa pentingnya hal ini, di saat banyak pihak yang tiada henti mencari celah-celah untuk memcerai-beraikan kita.
 Kita tidak menjadikan politik sebagai panglima.
-Kita percaya bahwa pimpinan tidak menghendaki selain kebaikan bagi organisasi ini.
- Menghadirkan ketentraman jiwa (dan karenanya bisa selalu bahagia dan tersenyum), karena hanya ada satu orientasi dalam benak kita. [pks.id]

الله المستعان ولا حول ولا قوة إلا بالله
بارك الله فيكم وجزاكم الله خيرا

Presiden PKS Puji Edy Rahmayadi Berani Lepas Jabatan Pangkostrad Untuk Sumut

Senin, 08 Januari 2018 / 1 Comment

sumut.pks.id, MEDAN - Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Muhammad Sohibul Iman, memuji ketulusan Letnan Jenderal Edy Rahmayadi yang mundur dari jabatannya sebagai Pangliman Komando Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad) dan memilih mengabdikan diri di kampung halamannya.

Pujian ini disampaikan Sohibul Iman saat didaulat menyampaikan orasi politiknya saat deklarasi pasangan Calon Gubernur Sumatera Utara dan Calon Wakil Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi-Musa Rajekshah di Lapangan Benteng Medan, Minggu (7/1/18).

"PKS melihat di puncak kariernya Letnan Jenderal Edy Rahmayadi berani melepas jabatan. Kita melihat kecintaan dan ketulusan kepada rakyatnya," jelaa Sohibul Iman.

Pria kelahiran Tasikmalaya  menilai, sosok Edy Rahmayadi  sangat cocok dengan kondisi Sumatera Utara.

"Sumut besar permasalahannya. Sumut butuh pemimpin dengan segenap kemampuan untuk menyelesaikan permasalahannya," jelasnya.

Sohibul menilai, Edy Rahmayadi melihat idealisme dan ketulusan pada diri Edy Rahmayadi. "Ketulusan  dan idealisme itulah uang akan bekerja dan itu ada dalam diri Edy Rahmayadi," jelasnya.

Begitu juga soal kemahiran dalam memimpin dan profesionalisme, sosok Edy Rahmayadi sudah teruji. "Gabungan keikhlasan, kemahiran dan profesionalsme yakin bisa mengatarkan Sunut bermartabat," jelasnya.

Sohibul Iman menilai Musa Rajeckshah merupakan tokoh muda yang memiliki segenap kreatifitas.

"PKS jatuh hati kepada keduanya dan PKS menjadi Partai Pertama yang menetapkan Edi-Ijeck. Dan pada 25 Oktober 2017, PKS menjadi partai pertama menetapkan Edi-ijeck sebagai cagub-cawagub Sumatera Utara," jelasnya.

Dalam orasi politiknya, Sohibul Imam menitipkan tiga pesan kepada pasangan calon gubernur ini, diantaranya pertahankan keberagaman, dan keberagamaan di sini. "Sejahterakan seluruh rakyat Sunatera Utara, Sumut bukan untuk segelintir orang dan tegakan demokrasi yang sesungguhnya," jelasnya. [syf]

PKS dan Dinkes Kota Binjai Komit Canangkan Germas

Senin, 11 September 2017 / No Comments

sumut.pks.id, BINJAI (11/09) – Dalam Sosialisai Gerakan Masyarakat Sehat (Germas) di aula SIT Al-Fitiyah, Binjai, Minggu (10/09), Anggota Komisi IX DPR RI Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Anshory Siregar Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Binjai, dr. Mahaniari Manalu, disaksikan Kasubdit Peningkatan Mutu dan Kecukupan Gizi, Direktorat Gizi Masyarakat Dirjen Kemkes Propinsi Sumatera Utara, Galopong Sianturi, menandatangani Komitmen Bersama pencanangan program Germas kepada masyarakat Kota Binjai.

“Germas ini sebenarnya hanya bertujuan mengajak kita wujudkan pola hidup sehat sederhana yang murah dan bahkan gratis” kata Anshori Siregar anggota Komisi IX DPR RI F-PKS. Lebih lanjut Anshori menambahkan “Bergerak atau beraktifitas fisik 30 menit sehari, itu kan murah, bahkan gratis” ungkapnya saat menerangkan tujuan dari sosialisai Germas, yang di acara sosialisasi itu juga dihadiri oleh Galopong Sianturi, Kasubdit Peningkatan Mutu dan Kecukupan Gizi, Direktorat Gizi Masyarakat Dirjen Kemkes Propinsi Sumatera Utara.

Germas adalah kampanye kesehatan yang mudah untuk diterapkan di keseharian masyarakat kita. Tujuan Germas tak lain adalah menyadarkan masyarakat akan pentingnya pola hidup sehat untuk mecegah penyakit, seperti stroke, hipertensi, diabetes, kanker dan sebagainya. Tiga pokok aktivitas Germas yakni, 1) Konsumsi buah dan sayur tiga kali sehari, 2) Bergerak atau beraktifitas fisik 30 menit sehari, dan 3) Periksa kesehatan enam bulan sekali secara berkala, merupakan kegiatan yang sederhana dan besar manfaatnya.

“Program ini memang belum pernah kita sosialisasikan. Dan acara ini telah menyadarkan kita akan pentingnya Germas ini. Dinkes Kota Binjai akan segera mencanangkan ini di instansi pemerintahan Kota Binjai dalam waktu dekat, sebagai langkah awal” ujar Ketua Dinkes Kota Binjai, dr. Mahaniari Manalu.

Acara yang dihadiri masyarakat Kota Binjai ini sangat mencuri perhatian seluruh peserta sosialisasi. Hal ini tak lepas dari keotentikan materi bahasan dan peragaan beragam contoh gerakan fisik 30 menit sederhana yang bisa diterapkan dimana saja, baik di kantor, sekolah, rumah, lapangan dan tempat manapun yang luasnya seluas tubuh orang dewasa bisa bergerak. Dan tentunya peran aktif peserta sosialisasi dalam upaya pengkampanyean Gemar ini sangat diharapkan dapat terealisasi dengan baik.[amr]

PKS: Germas, Pola Hidup Sehat Gratis Besar Manfaat

/ No Comments

sumut.pks.id, BINJAI (10/09) – Kesehatan masyarakat modern yang kian kemari terus menurun, menyita perhatian Komisi IX Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (F-PKS) Anshori Siregar. Kampanye Gerakan Masyarakat Sehat (Germas) yang dianggap sebagai langkah sederhana nan efisien disosialisasikan sebagai bentuk kongkrit pengabdian masyarakat yang diupayakan F-PKS.

Hal ini terwujud dalam kegiatan Sosialisasi Germas yang tampak digelar oleh Komisi IX F-PKS berkerjasama dengan Dirjen Kemkes Propinsi Sumatera Utara yang untuk berikutnya diteruskan ke Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Binjai di aula SIT Al-Fityah Binjai, Kecamatan Binjai Barat, Minggu (10/09) lalu.

“Dewasa ini penyakit menyerang masyarakat mendadak, beda dengan penyakit dulu yang cenderung menular. Ini tak terlepas dari kita yang kurang bergerak, bukan malas bergerak, namun fasilitas sekarang yang mebuat kita kurang bergerak,” papar Anggota Komisi IX DPR RI F-PKS, Anshori Siregar dalam sambutannya.

“Germas merupakan sebuah gerakan yang mengkampanyekan pola hidup sehat sederhana yang murah dan bahkan gratis. Bergerak atau beraktivitas fisik 30 menit sehari, itu kan murah, bahkan gratis” lanjutnya saat menerangkan tujuan dari sosialisai Germas, yang saat itu dihadiri pula oleh Kasubdit Bina Kewaspadaan Gizi Kementrian Kesehatan Pusat, Galopong Sianturi.

Germas adalah kampanye kesehatan yang mudah untuk diterapkan di keseharian masyarakat kita. Tujuan Germas tak lain adalah menyadarkan masyarakat akan pentingnya pola hidup sehat untuk mecegah penyakit, seperti stroke, hipertensi, diabetes, kanker dan sebagainya. Tiga pokok aktivitas Germas yakni, 1) Konsumsi buah dan sayur tiga kali sehari, 2) Bergerak atau beraktifitas fisik 30 menit sehari, dan 3) Periksa kesehatan enam bulan sekali secara berkala, merupakan kegiatan yang sederhana dan besar manfaatnya.

Acara yang dihadiri oleh Kepala Dinas Kesehatan Kota Binjai, dr. Mahaniari Manalu, Kepala-kepala Puskesmas se-Kota Binjai dan elemen masyarakat Kota Binjai yang merupakan peserta acara sosialisasi itu sangat mencuri perhatian. Hal ini tak lepas dari keotentikan materi bahasan serta peragaan beragam contoh gerakan 30 menit sederhana yang bisa diterapkan dimana saja, baik di kantor, sekolah, rumah, lapangan dan tempat manapun yang luasnya seluas tubuh orang dewasa bisa bergerak. Dan output sosialisasi ini tentunya diharapkan terealisasinya masyarakat yang siap berperan aktif mengkampanyekan Germas di lingkungan masing-masing. [amr]

Gelar TFT, Humas PKS Kota Medan Serius Wujudkan Bersosial Media Beretika dan Berkarakter

Kamis, 31 Agustus 2017 / No Comments

sumut.pks.id, MEDAN - Bidang Humas Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Medan berusaha mewujudkan agar pesan-pesan kepada publik yang dilakukan oleh kader maupun pengurus dan juga pejabat publik PKS dilakukan dengan cara-cara yang beretika dan berkarakter.

Hal tersebut dikatakan oleh Ketua Bidang Hubungan Masyarakat DPD PKS Kota Medan Syaiful Ramadhan pada Acara Training For Trainer (TFT) Sosial Media beretika dan berkarakter di Gedung BPNFI Jalan Kenanga Raya, Minggu (27/08).

"Hal ini memang sudah menjadi arahan baik dari pimpinan Majelis Syuro maupun DPP PKS agar para kader, pengurus dan juga para pejabat publik dari PKS itu memanfaatkan seluas mungkin media, baik media konvensional maupun media sosial untuk menyampaikan pesan-pesan kebaikan dan pendapat-pendapat serta pandangan partai kepada publik seluas-luasnya. Tetapi tetap dengan cara beretika dan berkarakter," tutur Syaiful Ramadhan.

Oleh karena itu, kami menghimbau kepada kader, pengurus dan pejabat publik PKS agar memanfaatkan media sosial ini dengan beretika dan berkarakter. "Lebih baik sosial media digunakan untuk mensosialisasikan kegiatan-kegiatan yang dilakukan PKS kepada masyarakat, berdakwah dan berbisnis sehingga sosial media yang beretika dan berkarakter yang dilakukan dapat membantu kemenangan Dakwah," tutup Syaiful Ramadhan.

Sementara itu, Ketua umum DPD PKS Kota Medan Salman Alfarisi pada sambutannya saat membuka acara TFT tersebut mengatakan pentingnya membangun opini yang positif dalam dakwah dan berhati-hatilah dalam meyebarkan informasi kepada publik.

"Jangan sampai para kader, struktur dan pejabat publik PKS terjebak ikut dalam menyebarkan informasi yang tidak benar kepada publik atau sering disebut HOAX."

Dalam Al-Qur'an Suarat Al-Hujurat ayat 6, Allah SWT berfirman “Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu.” jelas Salman Alfarisi.

Materi yang di berikan cukup beragam mulai dari sosialisasi panduan sosmed PKS, pentingnya sosial media, kekuatan brand dalam sosial media, cara menulis copy writing yang baik dan benar dan sosial media untuk kemenangan dakwah. [syf]

Fraksi PKS Sumut Gelar Lomba Baca Kitab Kuning

/ 4 Comments

sumut.pks.id, MEDAN - Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPRD Sumatera Utara menggelar Lomba Baca Kitab Kuning bertempat di Kantor Dewan Pengurus Wilayah (DPW) PKS Provinsi Sumatera Utara, Jl Kenanga Raya No. 51 Tanjung Sari, Medan, Minggu (27/8/17).

Ketua Panitia Pelaksana, H. Syamsul Qodri Marpaung, Lc yang juga wakil ketua Fraksi PKS DPRD Sumatera Utara mengatakan Lomba ini merupakan rangkaian dari lomba baca kitab kuning secara nasional yang digagas oleh Fraksi PKS DPR RI.

“Lomba di Sumut hari ini merupakan yang pertama dilaksanakan PKS Sumatera Utara, ini merupakan rangkaian dari lomba baca kitab kuning secara nasional, di Sumut kita laksanakan babak penyisihan, yang terbaik kita berangkatkan untuk mengikuti babak final di Jakarta.” Ujarnya saat membuka acara lomba baca kitab kuning.

Sebagaimana diketahui, Fraksi PKS di DPR RI menyiapkan hadiah menarik bagi pemenang lomba tingkat Nasional berupa satu tiket Umrah, selain itu juga disiapkan hadiah uang tunai 20 juta dan 15 juta bagi juara II dan III.

Untuk babak penyisihan sendiri, panitia lokal di Sumatera Utara menyiapkan hadiah berupa uang tunai sebesar 5 juta, 3 juta dan 2 juta bagi pemenang I, II dan III, tentunya juara I akan menjadi wakil Sumatera Utara untuk berkompetisi pada babak final di Jakarta.

Babak penyisihan di Sumut diikuti oleh berbagai pesantren yang berasal dari pesantren Medan, Deli Serdang, Pematang Siantar, Simalungun, Asahan, Labuhan Batu, dan Padangsidempuan. Diantaranya Pondok Pesantren Raudhatul Hasanah, Pondok Pesantren Darussalam, Pondok Pesantren Nurul Iman, Pondok Pesantren Nurul Hakim, Pondok Pesantren Darul Istiqomah, dan lainnya.

Ketua Fraksi PKS DPRD Sumut, Zulfikar mengatakan lomba ini dilakukan guna meningkatkan kecintaan generasi muda Indonesia pada khazanah ilmu Islam yang langsung bersumber dari rujukan utama, yakni kitab kuning.

"Lomba ini sudah sejak lama kami rencanakan. Karena PKS adalah partai dakwah yang sangat akrab dengan khasanah agama, termasuk kitab kuning. Ini juga cara PKS menjunjung tinggi ulama salaf dan warisannya agar tetap memiliki tempat mulia di kalangan generasi muda," kata Zulfikar yang saat ini sedang melaksanakan ibadah haji saat dihubungi melaui voice call whatapp (27/8).

Bertindak sebagai dewan juri saat Lomba Baca Kitab Kuning Fraksi PKS DPRD Sumut diantaranya H. Muslim Maksum Yusuf, Lc (Alumni Univ. Al-Azhar Mesir), juri II H. Muhammad Nuh, Lc, MSP  (Alumni LIPIA Jakarta), dan juri III H. Kasman Lubis, Lc, MA (Alumni Univ. Al-Azhar Mesir).

Keluar sebagai pemenang pertama dalam Lomba Baca Kitab Kuning Edi Saptriyo dari Pondok Pesantren Darussalam Pematang Siantar dengan perolehan nilai sebesar 1001, pemenang kedua Akbar Gunawan dari Pondok Pesantren Raudhatul Hasanah Medan dengan perolehan nilai sebesar 995, dan pemenang ketiga Muhammad Zain Al-Anshori dengan perolehan nilai sebesar 982 perwakilan dari Pondok Pesantren Darussalam Pematang Siantar. [sak]

DPR Berperan Menguatkan Fungsi BNP2TKI

/ 1 Comment

sumut.pks.id, BINJAI - Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) mendukung penuh kegiatan sosialisasi ke masyarakat tentang penggunaan jalur resmi yang akan bekerja ke luar negeri. Hal ini disampaikan dalam paparannya kepada para peserta pelaksanaan kegiatan Sosialisasi Program Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia yang digagas oleh Lembaga Baitul Hijrah Kota Binjai bekerjasama dengan Komisi IX DPR RI, Ahad (27/8).

Panitia penyelenggara kegiatan Fitra Syamsurizal selaku Ketua Lembaga Pendidikan Baitul Hijrah dalam kata sambutannya menyampaikan bahwa hal seperti inilah yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat terkhusus masyarakat di Kota Binjai.

“Kami menginginkan masyarakat cerdas dalam mencari nafkah, memiliki skill dalam bidang pekerjaannya, memahami dampak buruk dari pekerjaan yang di tekuninya. sosialisasi prosedur penempatan tenaga kerja luar negeri ini adalah wadah yang pas untuk kami bisa mendapatkan info dan data valid” ujar Fitra. Kegiatan yang dikemas dalam diskusi panel ini dihadiri oleh 60 orang peserta yang terdiri dari ibu PKK, masyarakat umum, LSM serta perangkat desa yang ada di Kecamatan Binjai Selatan.

Kegiatan sosialiasasi dibuka Anshori Siregar, yang menyatakan DPR berperan menguatkan fungsi BNP2TKI, dan mengharapkan agar masyarakat ikut mendukung peranan dari BNP2TKI.

“Calon TKI masih sering dihantui oleh praktik jual beli job yang membebankan dari pihak agensi. Pasalnya seringkali pihak agensi meminta biaya kepada Pelaksana Penempatan Tenaga Kerja Indonesia Swasta (PPTKIS) setelah TKI bekerja ke luar negeri. Target kita jelas, kita ingin tekan cost serendah mungkin. TKI tidak boleh dibebani biaya yang tidak lazim. Jadi biaya harus semurah mungkin. Jual beli job order ini sepenuhnya dikendalikan oleh PPTKIS dan agensi. Jadi dalam menyelesaikan masalah ini kami berharap pemerintah fokus pada pembinaan PPTKIS,” ungkap Anshory Anggota Komisi IX DPR RI dalam sosialisasinya.

Kegiatan yang menghadirkan Direktur Kerjasama dan Verifikasi Dokumen Penempatan BNP2TKI Dr. Haposan Saragih, Kepala Seksi (Kasi) Perlindungan dan Pemberdayaan Balai Pelayanan, Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI) Medan Drs. M. Rizal Saragih. Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Binjai yang di wakili oleh Bapak Sumarno.

Dalam pemaparan narasumber ke dua dari BNP2TKI menyatakan bahwa bekerja menjadi TKI di Luar Negeri harus menjadi pilihan ke dua. Pilihan pertamanya adalah bekerja di dalam Negeri.

"Menurut saya lebih baik bekerja di dalam Negeri, bisa membangun negeri sendiri. Kalau bekerja di Luar Negeri itu membangun negara lain. Saya lebih senang agar bisa bekerja di dalam Negeri menjadi pilihan pertama," papar Haposan Saragih di Binjai Estete Kecamatan Binjai Selatan.

Ia mengatakan untuk menjadi TKI harus melalui prosedur yang benar tidak boleh tertipu, jangan sampai menjadi masalah dan berangkat tanpa melalui prosedur. Intinya jika ingin menjadi TKI carilah informasi yang benar bisa di website BNP2TKI atau datang ke BP3TKI Medan di jalan Pendidikan No 357 Mariendal. Haposan juga menegaskan bagi yang masih menganggur silahkan bekerja di Luar Negeri tapi itu hanya pilihan ke dua, pilihan pertama tetap bekerja di dalam Negeri. Bekerja di Luar Negeri ada aturannya, harus mengikuti prosedur yang benar dan diingatkan akan lebih baik lagi jika yang bekerja ke luar negeri adalah bapak-bapaknya/laki-lakinya, sedangkan ibunya bisa mengurus keluarga di rumah.

Dalam kesimpulan sosialisasi ini Anshory berharap kepada masyarakat agar bisa memahami prosedur dan mekanisme menjadi TKI. TKI di Luar Negeri menjadi tangggung jawab BNP2TKI dan Kementerian Luar Negeri. Ada sekitar 6 juta TKI berada di Luar Negeri, dulu yang paling banyak pekerja rumah tangga di Saudi Arabia, Qatar, dan Negara Timur Tengah. Di Asia Fasifik juga banyak TKI baik yang resmi maupun non prosedural. TKI non prosedural sering menjadi masalah, mereka telah meninggalkan suami dan keluarga. Ini yang menjadi masalah dan membuat pemerintah pusing. Jangan anggap ini persoalan sederhana ini persoalan serius dan harus ditangani. Terus dipikirkan oleh pemerintah, agar semua masalah TKI menjadi clear. Ada banyak persoalan dan ini perlu diselesaikan masalah secara bersama-sama. [Hr]

PKS : Muslimah Memiliki Peranan dan Kontribusi dalam Pembangunan

Selasa, 01 Agustus 2017 / 4 Comments

sumut.pks.id, BINJAI (31/7) - Dalam upaya peningkatan kesejahteraan keluarga, Bidang Perempuan dan Ketahanan Keluarga (BPKK) Bidang Hubungan Kelembagaan Perempuan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Binjai, bersilaturrahim ke Ikatan Pengusaha Muslimah Indonesia (IPEMI) Kota Binjai di ruang kerja IPEMI di Jalan T. A. Hamzah No. 374E Kecamatan Binjai Utara, Senin (31/7/17).

Silaturahim ini diharapkan dapat membangun sinergitas antar organisasi dalam uapaya peningkatan kapasitas perempuan yang terus menjadi perhatian dan merupakan program prioritas dari BPKK PKS Kota Binjai. Seluruh upaya dan kegiatan yang mampu meningkatkan kesejahteraan keluarga, termasuk pengembangan wirausaha perempuan mendapatkan perhatian dan dukungan penuh dari PKS Kota Binjai yang sekarang memiliki 2 perwakilan di DPRD Kota BInjai.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua IPEMI Kota Binjai dr. Ellen mengatakan “Saat ini banyak pengusaha dari luar yang membeli produk hasil olahan masyarakat Kota Binjai, sehinga kita harus memanfaatkannya”, imbuhnya yang juga didampingi Sekretaris IPEMI Rodiatik, dan Bendahara IPEMI Eni Alya.

Sementara itu, Ketua Bidang Hubungan Kelembagaan Perempuan PKS Siti Hajar mengatakan bahwa terbentuknya organisasi IPEMI tersebut diharap bisa untuk meningkatkan peran dan kontribusi muslimah dalam pembangunan di Kota Binjai yang berkepribadian Indonesia dan berakhlakul karimah.

"Insya Allah kami siap mendukung penuh program-program IPEMI untuk meningkatkan kesejahteraan kaum muslimah juga mengawal produk kita agar tetap eksis terus," jelasnya.

Hadir juga pada kegiatan tersebut Ketua Deputi Kajian Wanita dan Keluarga Sri Wahyunita, anggota Deputi Ketahanan Keluarga Ibu Arfina Muharni, dan anggota Deputi PKKP Putri Ramadhani. [pksbinjai]