JAKARTA – Anggota Komisi VIII DPR RI Fraksi PKS, Surahman Hidayat, Minggu (9/8/2026), mengapresiasi tim gabungan yang mengevakuasi warga akibat banjir di Padang, Sumatera Barat, dan Tapanuli Tengah, Sumatera Utara. Ia mendorong pemerintah mempercepat penanganan darurat dan pemulihan menyusul bencana yang merendam permukiman, fasilitas pendidikan, serta memaksa puluhan keluarga mengungsi.
Banjir melanda sejumlah wilayah di kedua daerah tersebut pada awal Agustus 2026 setelah hujan dengan intensitas tinggi. Di Padang, curah hujan ekstrem mencapai 360 milimeter dalam enam jam dan menyebabkan genangan di 23 titik yang tersebar pada sembilan kecamatan. Kondisi itu merendam 40 sekolah, merusak ribuan rumah, serta mengganggu aktivitas pendidikan.
Sementara di Tapanuli Tengah, jebolnya tanggul Sungai Silaga-laga membuat air menggenangi sekitar 50 rumah di Kelurahan Sipange, Hutanabolon, dan Desa Lopian. Sebanyak 50 kepala keluarga atau sekitar 150 jiwa harus mengungsi untuk menghindari risiko yang lebih besar.
Surahman menilai kondisi tersebut menjadi ujian bagi pemerintah dalam memastikan keselamatan warga. Ia mengapresiasi sinergi BPBD, TNI, Polri, Basarnas, dan relawan yang bergerak membantu masyarakat sejak kondisi darurat terjadi.
“Apresiasi yang setinggi-tingginya atas kerja sama tim gabungan BPBD, TNI, Polri, Basarnas, dan relawan yang telah mengevakuasi warga serta menyalurkan bantuan darurat,” ujar Surahman.
Di sisi lain, Surahman meminta pemerintah pusat dan daerah segera memperbaiki tanggul dan drainase di kawasan rawan banjir. Ketersediaan logistik dan layanan kesehatan juga harus dipastikan, disertai penguatan sistem peringatan dini untuk mengantisipasi banjir susulan maupun pasang laut.
Ia turut mendorong penguatan kapasitas Basarnas dan unsur penanggulangan bencana lainnya agar respons terhadap kondisi darurat semakin cepat, terutama di lokasi yang sulit dijangkau. Menurutnya, kecepatan penanganan diperlukan untuk meminimalkan risiko dan memastikan kebutuhan dasar warga terpenuhi.
Setelah masa tanggap darurat berakhir, perhatian perlu diarahkan pada pemulihan kehidupan warga. Surahman meminta pemerintah menyediakan pendampingan psikososial, ruang ramah anak di lokasi pengungsian, serta layanan kesehatan yang memadai. Anak-anak, lansia, dan penyandang disabilitas perlu mendapat perhatian khusus karena memiliki kebutuhan perlindungan yang lebih besar selama masa bencana.
Surahman juga mengimbau warga tetap tenang dan meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan banjir susulan. Masyarakat diminta mengikuti arahan BPBD, mengutamakan keselamatan diri dan keluarga, serta menjaga solidaritas dengan sesama di lokasi pengungsian.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi banjir susulan, mengikuti arahan BPBD, serta mengutamakan keselamatan diri dan keluarga. Solidaritas warga di pengungsian sangat penting, terutama dalam membantu anak-anak, lansia, dan kelompok rentan,” pungkasnya.
Sumber: Website DPP PKS, Agustus 2026


Leave a Reply