300 Hektare Lahan Pertanian Terancam Kekeringan, Ahmad Hadian Desak Perbaikan Dam Sei Daludalu

BATUBARA – Sekitar 300 hektare lahan pertanian di Kecamatan Air Putih, Kabupaten Batubara, terancam kekeringan akibat terganggunya pasokan air dari Dam Sei Daludalu. Anggota DPRD Sumatera Utara dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Ahmad Hadian, mendesak kontraktor segera menuntaskan perbaikan tanggul bendungan agar distribusi air irigasi kembali normal. Desakan tersebut disampaikannya pada Rabu (4/11/2026).

Hadian mengungkapkan, gangguan pasokan air berdampak terhadap sejumlah kawasan pertanian, di antaranya Desa Sukaraja, Desa Aras, Limau Sundai, Kampung Kelapa, dan Sukaramai. Kondisi tersebut membuat para petani kesulitan memperoleh air untuk mendukung kegiatan pertanian, terutama menjelang musim tanam.

Menurutnya, perbaikan tanggul pelimpahan Sei Daludalu yang berlarut telah memperpanjang kerugian yang dialami petani. Karena itu, ia meminta pihak pemborong bekerja secara serius dan menyelesaikan pekerjaan sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan.

“Para petani ini sudah sangat lama dirugikan dengan berlarut-larutnya perbaikan tanggul Sei Daludalu. Saya minta kepada pihak pemborong perbaikan Dam Sei Daludalu agar bekerja serius sesuai dengan perintah kerjanya, sehingga dam tersebut bisa segera berfungsi seperti semula untuk membagi air ke saluran-saluran irigasi sekunder dan tersier,” ujar Hadian.

Ia menjelaskan, kerusakan tanggul pelimpahan menyebabkan aliran air dari hulu tidak dapat dikendalikan dan didistribusikan secara optimal ke jaringan irigasi. Akibatnya, air sungai terus mengalir ke laut tanpa dapat dimanfaatkan sebagaimana mestinya untuk memenuhi kebutuhan pengairan lahan pertanian.

Persoalan ini semakin mendesak karena petani tengah memasuki masa turun tanam dan mempersiapkan benih padi. Apabila pasokan air tidak segera dipulihkan, jadwal tanam berpotensi terganggu dan risiko kerugian petani semakin besar.

Sejumlah warga bersama perangkat desa, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas memantau kondisi sumber air irigasi yang mengalami pengeringan. Hal tersebut terjadi setelah aliran sungai dialihkan untuk mendukung pekerjaan pengecoran pada bendungan yang sedang diperbaiki.

Pengalihan arus dilakukan untuk memperlancar proses pengerjaan konstruksi. Namun, pada saat bersamaan, petani harus menghadapi keterbatasan pasokan air ketika persiapan musim tanam sedang berlangsung. Mereka khawatir kondisi tersebut akan mengganggu proses budidaya padi apabila tidak segera diatasi.

Percepatan penyelesaian perbaikan bendungan diharapkan mampu mengatasi persoalan pengairan sekaligus melindungi keberlangsungan usaha pertanian masyarakat. Sebab, ketersediaan air bukan hanya menentukan kelancaran musim tanam, tetapi juga berkaitan langsung dengan pendapatan dan kesejahteraan para petani.

Sumber: Waspada, November 2026


Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *