JAKARTA – Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mendorong Gema Keadilan memperkuat perannya dalam membentuk generasi muda yang berintegritas, adaptif, dan mampu menjadi pelopor perubahan di tengah masyarakat. Melalui pembinaan yang berkelanjutan, organisasi kepemudaan tersebut diharapkan menjadi wadah lahirnya pemimpin masa depan yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki kepedulian sosial dan semangat pengabdian.
Pesan tersebut disampaikan Ketua DPP PKS Bidang Relawan dan Saksi Nasional, Bachtiar Firdaus, saat menjadi pembicara pada Dialog Kebangsaan dalam Musyawarah Nasional (Munas) V Gema Keadilan Tahun 2026 di Jakarta, Kamis (16/7/2026).
Dalam pemaparannya, Bachtiar menegaskan bahwa kekuatan sebuah organisasi bermula dari kemampuannya memanusiakan manusia. Karena itu, Gema Keadilan perlu tumbuh sebagai rumah bersama yang memberikan ruang aman bagi anak muda untuk belajar, mengembangkan kapasitas diri, memperluas jejaring, dan mengasah kepedulian terhadap persoalan masyarakat.
Ia menambahkan, organisasi kepemudaan juga harus mampu menjadi ruang kebudayaan sekaligus memperkuat dakwah yang inklusif sehingga dapat merangkul berbagai kalangan tanpa kehilangan jati diri.
“Gema Keadilan menjadi rumah besar bersama, oase kebudayaan, menghadirkan dakwah yang merangkul banyak pihak, serta menyediakan ruang bertumbuh yang aman bagi anak-anak muda kita,” ujarnya.
Selain membangun karakter, Bachtiar mendorong kader Gema Keadilan mengambil peran lebih aktif dalam memperkuat advokasi ekonomi, meningkatkan literasi politik, serta mendorong berbagai gerakan yang berpihak pada keadilan. Menurutnya, kaum muda harus hadir sebagai bagian dari solusi atas berbagai tantangan yang dihadapi bangsa.
Ia juga mengajak seluruh kader membangun karakter generasi rabbani yang gemar belajar, mengamalkan nilai-nilai Islam, aktif dalam pembinaan umat, serta mampu menjadi teladan di lingkungan masing-masing. Karakter tersebut diharapkan melahirkan pribadi yang amanah, dipercaya, dan senantiasa memberi manfaat bagi masyarakat.
Untuk memperkuat kontribusi organisasi pada periode 2026–2031, Bachtiar menawarkan tiga bidang kepeloporan sebagai fokus gerakan. Pertama, membangun kedaulatan digital dan kognitif melalui transformasi digital organisasi. Kedua, memperkuat kemandirian ekonomi dan pengembangan komunitas. Ketiga, meningkatkan peran dalam advokasi kebijakan publik serta politik yang berorientasi pada kemaslahatan masyarakat.
Ia menilai tiga bidang tersebut menjadi fondasi penting agar kader muda mampu tampil sebagai problem solver yang menawarkan gagasan dan solusi atas berbagai persoalan kebangsaan.
“Kita sebagai koalisi yang kritis dan konstruktif, seharusnya anak muda yang paling depan memotret permasalahan bangsa yang sekarang dan hadir memberikan rekomendasi yang lebih baik,” tegasnya.
Menutup pemaparannya, Bachtiar berharap Gema Keadilan terus berkembang sebagai organisasi yang mampu melahirkan kader berintegritas, adaptif terhadap perkembangan zaman, serta siap mengambil peran dalam pembangunan bangsa melalui karya, inovasi, dan pengabdian yang nyata bagi Indonesia.
Sumber: Website DPP PKS, Juli 2026


Leave a Reply