Medan – Bidang Perempuan dan Keluarga (Bipeka) DPW Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sumatera Utara menggelar Diklat Kepemimpinan Perempuan di Hotel Madani Medan, Ahad (12/7/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen PKS Sumut dalam memperkuat kapasitas kader perempuan agar mampu mengambil peran strategis, baik dalam organisasi maupun di ruang publik.
Sekitar 100 peserta mengikuti kegiatan tersebut. Mereka terdiri atas fungsionaris perempuan Majelis Pertimbangan Wilayah (MPW), Dewan Syariah Wilayah (DSW), dan Dewan Pengurus Wilayah (DPW) PKS Sumatera Utara, Ketua Bidang Perempuan dan Keluarga (Bipeka) DPD PKS se-Sumatera Utara, anggota legislatif perempuan PKS tingkat provinsi dan kabupaten/kota, istri anggota DPRD Provinsi Sumatera Utara Fraksi PKS, istri Dewan Pakar Tingkat Wilayah (DPTW), serta Dewan Pakar Tingkat Daerah (DPTD) perempuan se-Sumatera Utara. Kehadiran peserta dari berbagai unsur tersebut mencerminkan semangat bersama dalam memperkuat kaderisasi dan kepemimpinan perempuan di lingkungan PKS.
Kegiatan diawali dengan sambutan Ketua Bidang Perempuan dan Keluarga (Bipeka) DPW PKS Sumut, Hj. Erna Hestuti Daulay, S.Pd., sebelum secara resmi dibuka oleh Ketua DPW PKS Sumatera Utara, Andi Pranata, S.Si. Selanjutnya, peserta mengikuti rangkaian pembekalan yang dirancang untuk memperkuat jati diri kader, meningkatkan kapasitas kepemimpinan, membangun kerja tim yang efektif, serta memperluas pemahaman mengenai peran politik perempuan dalam menghadirkan pelayanan kepada masyarakat.
Dalam materinya, Ketua DPW PKS Sumatera Utara, Andi Pranata, menekankan bahwa kepemimpinan yang kokoh tidak hanya ditentukan oleh kemampuan mengelola organisasi, tetapi juga dibangun di atas fondasi nilai yang kuat. Ia mengibaratkan organisasi seperti sebuah pohon. Akar melambangkan ownership atau rasa memiliki terhadap partai, batang menggambarkan responsibility sebagai tanggung jawab dalam mengemban amanah, sedangkan buah merupakan productivity, yakni kontribusi nyata yang dihasilkan bagi organisasi dan masyarakat.
Menurut Andi, seluruh proses kepemimpinan bermula dari tumbuhnya rasa memiliki terhadap organisasi. Ownership lahir dari kesadaran atas tujuan perjuangan (why), yang kemudian bermuara pada niat yang lurus sebagaimana sabda Rasulullah SAW, “Innamal a’malu binniyat” (setiap amal bergantung pada niatnya). Ketika rasa memiliki telah tertanam, seorang kader akan menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab. Dari tanggung jawab itulah lahir produktivitas yang menghadirkan manfaat bagi umat, masyarakat, dan organisasi.
Selain materi kepemimpinan, peserta juga mendapatkan penguatan ideologi melalui materi Jati Diri PKS yang disampaikan Ketua Majelis Pertimbangan Wilayah (MPW) PKS Sumatera Utara, H. Sigit Pramono Asri, S.E. Sementara itu, Anggota DPRD Provinsi Sumatera Utara Fraksi PKS, Fatimah, membawakan materi Peran Politik Perempuan PKS, yang mengajak peserta memahami pentingnya kontribusi perempuan dalam memperjuangkan aspirasi masyarakat, memperkuat pelayanan publik, serta berpartisipasi aktif dalam pembangunan daerah.
Melalui Diklat Kepemimpinan Perempuan ini, Bipeka DPW PKS Sumatera Utara berharap lahir semakin banyak kader perempuan yang memiliki integritas, kapasitas kepemimpinan, serta kemampuan membangun kolaborasi. Dengan bekal tersebut, kader perempuan PKS diharapkan mampu menjalankan amanah secara profesional, memperluas kiprah di ruang publik, dan terus menghadirkan pelayanan yang memberikan manfaat bagi masyarakat.


Leave a Reply