KARO — Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, kembali erupsi pada Senin (31/8/2026) sekitar pukul 10.17 WIB. Erupsi tersebut memuntahkan kolom abu setinggi sekitar 3.500 meter di atas puncak dengan sebaran abu mengarah ke timur hingga tenggara. Menyusul peningkatan aktivitas vulkanik tersebut, Badan Geologi menaikkan status Gunung Sinabung dari Level II (Waspada) menjadi Level III (Siaga) mulai pukul 12.30 WIB. Menyikapi kondisi tersebut, Anggota Komisi A DPRD Sumatera Utara dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Ahmad Darwis, menekankan pentingnya penguatan mitigasi dan kesiapsiagaan untuk melindungi masyarakat dari dampak erupsi.
Ahmad Darwis menyampaikan keprihatinannya atas kembali terjadinya erupsi Gunung Sinabung yang berdampak terhadap masyarakat di Kabupaten Karo dan wilayah sekitarnya, termasuk warga Berastagi yang turut merasakan dampak hujan abu vulkanik. Menurutnya, keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas utama dalam menghadapi peningkatan aktivitas gunung api tersebut.
“Kami turut prihatin atas kembali terjadinya erupsi Gunung Sinabung yang berdampak terhadap masyarakat, khususnya warga di Kabupaten Karo dan wilayah sekitar, termasuk masyarakat yang merasakan dampak hujan abu vulkanik hingga ke arah Berastagi,” ujar Ahmad Darwis.
Ia mengimbau seluruh warga agar tetap tenang, namun tidak mengabaikan imbauan dan peringatan dari pemerintah serta pihak berwenang. Masyarakat juga diminta tidak mendekati kawasan berbahaya dan tetap menggunakan perlindungan diri, terutama bagi mereka yang terdampak abu vulkanik.
Ahmad Darwis juga meminta pemerintah daerah bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan seluruh instansi terkait memastikan langkah-langkah mitigasi dan kesiapsiagaan berjalan maksimal. Ketersediaan masker, layanan kesehatan, informasi yang cepat dan akurat, serta kesiapan jalur evakuasi, menurutnya, harus menjadi perhatian serius.
“Jangan sampai kita hanya sibuk setelah bencana terjadi. Kesiapsiagaan harus diperkuat sejak sekarang. Keselamatan masyarakat tidak boleh menunggu sampai situasi menjadi lebih buruk,” tegasnya.
Menurut Ahmad Darwis, penanganan dampak erupsi tidak boleh hanya dilakukan ketika kondisi telah memburuk. Langkah mitigasi perlu disiapkan sejak awal agar masyarakat mendapatkan informasi yang jelas, mengetahui langkah yang harus dilakukan, dan memperoleh perlindungan yang memadai.
Ia berharap koordinasi antara pemerintah daerah, BPBD, instansi terkait, dan masyarakat terus diperkuat. Dengan kesiapsiagaan dan mitigasi yang baik, risiko yang ditimbulkan akibat aktivitas Gunung Sinabung diharapkan dapat diminimalkan sehingga keselamatan masyarakat tetap terjaga.


Leave a Reply