Anggaran Pendidikan Harus Berdampak, Ahmad Darwis Tekankan Mutu Guru dan Pemerataan Sekolah

MEDAN – Anggota Fraksi PKS DPRD Sumatera Utara, Dr. H. Ahmad Darwis, S.Ag., M.A., meminta pemerintah memastikan anggaran pendidikan digunakan secara tepat sasaran dengan memprioritaskan peningkatan kompetensi guru, pemerataan fasilitas sekolah, dan pengawasan pembangunan. Dalam keterangannya di ruang kerja, Senin (26/10/2026), ia mendorong evaluasi program yang tidak efisien, pemetaan kebutuhan sekolah di seluruh kabupaten dan kota, serta pemeriksaan langsung terhadap pembangunan agar anggaran pendidikan memberikan manfaat nyata bagi peserta didik.

Ahmad Darwis menilai besarnya anggaran pendidikan harus diiringi dengan penetapan prioritas penggunaan yang sesuai dengan kebutuhan di lapangan. Program yang kurang mendesak atau tidak memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan mutu pendidikan perlu dievaluasi agar anggaran dapat dialokasikan untuk kebutuhan yang lebih penting dan berdampak langsung pada kualitas pembelajaran.

“Anggaran pendidikan harus dimaksimalkan untuk program-program yang benar-benar menjadi prioritas. Kalau ada program yang tidak prioritas dan tidak efisien, sebaiknya dikurangi. Kita harus melihat apa yang paling dibutuhkan untuk meningkatkan kualitas pendidikan,” ujar Ahmad Darwis.

Menurutnya, pembangunan gedung sekolah tetap diperlukan, tetapi harus didasarkan pada kondisi dan kebutuhan nyata di lapangan. Sekolah yang bangunannya masih layak perlu memaksimalkan fasilitas yang tersedia, sedangkan pembangunan baru sebaiknya diprioritaskan bagi sekolah yang kekurangan ruang belajar atau memiliki sarana yang tidak memadai.

“Kalau bangunannya sudah ada dan masih layak, tidak perlu dibangun lagi. Maksimalkan yang sudah tersedia. Anggaran seharusnya diarahkan pada kebutuhan yang lebih mendesak dan memberikan manfaat langsung bagi peserta didik,” tegasnya.

Selain memastikan ketepatan penggunaan anggaran, Ahmad Darwis menyoroti pentingnya pemerataan dukungan pendidikan di seluruh kabupaten dan kota di Sumatera Utara. Luasnya wilayah dan beragamnya kondisi antardaerah menuntut pemerintah melakukan pemetaan kebutuhan secara menyeluruh agar bantuan untuk perbaikan sarana dan kegiatan pembelajaran tidak hanya terpusat di wilayah tertentu.

“Anggaran pendidikan harus berkeadilan. Sumatera Utara ini luas, sehingga jangan sampai perhatian hanya terpusat pada daerah tertentu. Masih banyak kabupaten yang membutuhkan bantuan untuk memperbaiki sarana pendidikan dan mendukung kegiatan pembelajaran,” katanya.

Di samping pemerataan fasilitas, Ahmad Darwis menegaskan bahwa peningkatan kompetensi guru harus menjadi prioritas dalam kebijakan pendidikan. Guru memiliki peran langsung dalam menentukan kualitas proses belajar mengajar. Karena itu, peningkatan kemampuan dan profesionalitas tenaga pendidik perlu dilakukan secara berkelanjutan, sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan kebutuhan peserta didik.

Upaya tersebut juga perlu disertai pembenahan kurikulum agar materi dan metode pembelajaran semakin relevan. Menurutnya, pembangunan sarana pendidikan dan peningkatan kualitas tenaga pendidik harus berjalan beriringan sehingga anggaran yang dialokasikan dapat mendukung perbaikan mutu pendidikan secara menyeluruh.

Ia turut menyoroti pemenuhan kebutuhan guru di sejumlah daerah. Menurutnya, kekurangan tenaga pendidik perlu ditangani dengan tetap memperhatikan kualifikasi dan kompetensi yang dipersyaratkan agar upaya memenuhi kebutuhan sekolah tidak mengorbankan kualitas pembelajaran.

“Kompetensi guru harus menjadi perhatian. Guru perlu terus ditingkatkan kemampuannya. Jangan sampai karena kekurangan tenaga pendidik, perekrutan dilakukan tanpa mempertimbangkan kelayakan dan kesesuaian kompetensinya,” ujarnya.

Untuk memastikan penggunaan anggaran sesuai dengan perencanaan, Ahmad Darwis meminta pemerintah memperkuat pengawasan terhadap pembangunan sarana pendidikan. Pemeriksaan tidak cukup hanya mengandalkan laporan administratif, tetapi perlu dilakukan langsung di lapangan untuk memastikan kondisi bangunan sesuai dengan spesifikasi, standar, dan kebutuhan sekolah.

“Jangan hanya mengandalkan laporan-laporan. Harus dicek langsung ke lapangan, apakah kondisi sebenarnya sesuai dengan yang dilaporkan, apakah bangunannya memenuhi standar, dan apakah penggunaannya memang sesuai kebutuhan,” tegasnya.

Ahmad Darwis berharap pengelolaan anggaran pendidikan di Sumatera Utara semakin efisien, transparan, dan berorientasi pada hasil. Menurutnya, keberhasilan pembangunan pendidikan tidak cukup diukur dari jumlah gedung sekolah yang dibangun, tetapi juga dari peningkatan kompetensi guru, kualitas pembelajaran, serta terpenuhinya kebutuhan fasilitas pendidikan secara merata.

Melalui perencanaan berbasis kebutuhan, peningkatan kualitas tenaga pendidik, pemerataan fasilitas, dan pengawasan yang konsisten, anggaran pendidikan diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi peserta didik sekaligus mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia di Sumatera Utara.

Sumber: Harian Analisa, Oktober 2026


Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *