Hadapi Risiko Bencana, PKS Perkuat Edukasi Mitigasi dan Kesiapsiagaan

JAKARTA — Partai Keadilan Sejahtera (PKS) memperkuat kapasitas menghadapi risiko bencana melalui edukasi mitigasi dan kesiapsiagaan yang melibatkan struktur partai, pejabat publik PKS, serta masyarakat umum. Upaya tersebut diwujudkan melalui Webinar Edukasi Mitigasi dan Kesiapsiagaan Bencana yang digelar Satgas Tanggap Bencana DPP PKS secara daring, Rabu (9/9/2026).

Kegiatan yang berlangsung pukul 13.00–15.30 WIB melalui Zoom Meeting dan disiarkan langsung melalui PKS TV tersebut menjadi ruang pembelajaran bagi peserta untuk memperoleh pemahaman mengenai pentingnya kesiapan menghadapi berbagai potensi bencana.

Muhammad Kholid selaku Sekretaris Jenderal PKS memimpin Satgas Tanggap Bencana DPP PKS dalam pelaksanaan kegiatan tersebut. Webinar juga dimoderatori Wakil Sekretaris Jenderal PKS Iman Firmansyah yang menekankan pentingnya edukasi kebencanaan dilakukan secara berkelanjutan, baik di lingkungan internal PKS maupun di tengah masyarakat.

“Pentingnya edukasi mitigasi serta kesiapsiagaan bencana khususnya di internal PKS dan masyarakat luas sebagai bagian dari upaya untuk membangun masyarakat yang lebih tangguh dalam menghadapi berbagai bencana,” ujar Iman.

Dalam pesan pengantarnya, Presiden PKS Almuzzammil Yusuf mengatakan webinar tersebut menjadi kesempatan bagi struktur partai dan Satgas Tanggap Bencana untuk mendapatkan pengetahuan langsung dari lembaga negara yang memiliki kompetensi di bidang kebencanaan.

Menurut Almuzzammil, pengetahuan tersebut penting sebagai bekal agar struktur partai dan satgas memiliki kesiapan yang lebih baik dalam menghadapi situasi bencana serta dapat mengambil langkah yang tepat ketika dibutuhkan.

Webinar menghadirkan tiga narasumber dari lembaga pemerintah, yakni Sekretaris Utama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Rustian, Sekretaris Utama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Guswanto, serta Pelaksana Harian Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kementerian Kesehatan, dr. Andi Saguni.

Kehadiran narasumber dari BNPB, BMKG, dan Kementerian Kesehatan memberikan perspektif kelembagaan yang dibutuhkan dalam membangun pemahaman kebencanaan secara lebih menyeluruh. Edukasi tidak hanya berkaitan dengan kesiapan menghadapi bencana, tetapi juga pentingnya memahami risiko dan langkah yang dapat dilakukan untuk mengurangi dampaknya.

Almuzzammil menyampaikan apresiasi kepada ketiga lembaga yang telah berkontribusi memberikan pembekalan dalam kegiatan tersebut. Ia menekankan bahwa kesiapsiagaan membutuhkan ikhtiar yang dibangun melalui doa, pengetahuan, dan kerja sama.

“Kami ucapkan terima kasih kepada narasumber kami, BNPB, BMKG, dan dari Kementerian Kesehatan. Semoga Allah selalu menjaga bangsa ini dari segala bentuk bencana dengan ikhtiar kita, dengan doa kita, dengan ilmu kita, dengan kerjasama kita,” ujar Almuzzammil.

Melalui kegiatan tersebut, PKS mendorong agar pemahaman mengenai mitigasi dan kesiapsiagaan tidak berhenti pada forum edukasi, tetapi menjadi bagian dari kesiapan struktur dan Satgas Tanggap Bencana dalam menjalankan perannya di tengah masyarakat.

Sumber: DPP Partai Keadilan Sejahtera, September 2026


Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *