Empat Pekerja Terlantar di Mandailing Natal, PKS Madina Bantu Mereka Kembali ke Keluarga

MANDAILING NATAL — Empat pekerja asal Jawa Barat yang sempat terlantar di Mandailing Natal setelah berjalan kaki selama tiga hari tiga malam dari Sibolga akhirnya tiba di kampung halaman dan berkumpul dengan keluarga masing-masing pada Jumat (28/8/2026). Kepulangan mereka terwujud setelah DPD PKS Mandailing Natal membantu mencarikan jalan keluar dan menggerakkan dukungan jaringan PKS di sejumlah daerah.

Kisah tersebut bermula ketika keempat pekerja tersebut bersama sekitar 14 orang lainnya bekerja dalam sebuah proyek di Nias. Namun, kondisi pekerjaan berubah tidak menentu setelah mandor meninggalkan lokasi. Mereka telah bekerja selama 10 hari, tetapi hanya menerima upah untuk lima hari. Uang yang diperoleh kemudian habis untuk memenuhi kebutuhan makan dan keperluan sehari-hari.

Dalam kondisi tanpa kepastian penghasilan, empat pekerja tersebut akhirnya memutuskan meninggalkan Nias dengan tujuan kembali ke Jawa Barat. Mereka menempuh perjalanan panjang dan berjalan kaki selama tiga hari tiga malam dari Sibolga hingga akhirnya tiba di Mandailing Natal.

Pada Sabtu (22/8/2026), mereka sampai di kawasan Titi Kuning dalam kondisi kelelahan. Perjalanan panjang membuat kaki mereka mengalami luka dan melepuh. Di tengah kondisi tersebut, salah seorang dari mereka teringat Wawan Romliansah, Anggota DPRD Kabupaten Kuningan, yang sebelumnya pernah berkomunikasi dengannya melalui WhatsApp.

Informasi mengenai kondisi keempat pekerja tersebut kemudian diteruskan kepada Wawan. Ia mengarahkan mereka untuk mendatangi kantor DPD PKS Mandailing Natal agar mendapatkan bantuan. Dengan memanfaatkan Google Maps, mereka mencari lokasi kantor PKS dan kemudian menuju ke sana hingga tiba menjelang waktu Magrib.

Setibanya di kantor DPD PKS Mandailing Natal, keempat pekerja tersebut disambut dan diberikan kesempatan untuk beristirahat. Kebutuhan mereka selama berada di kantor juga dibantu, sembari pengurus PKS Madina berupaya mencari solusi agar mereka dapat kembali ke Jawa Barat dengan perjalanan yang lebih layak.

Upaya tersebut berlanjut pada Senin (24/8/2026), ketika diperoleh informasi bahwa proses administrasi pemulangan dapat dibantu melalui Dinas Sosial Kabupaten Mandailing Natal. Namun, skema bantuan yang tersedia memiliki keterbatasan. Akomodasi, makan, dan biaya perjalanan hanya dapat ditanggung hingga kabupaten tetangga.

Dengan skema tersebut, perjalanan menuju Jawa Barat harus dilakukan secara estafet dari satu kabupaten ke kabupaten berikutnya. Perjalanan diperkirakan dapat memakan waktu lebih dari dua pekan. Kondisi itu dinilai terlalu berat bagi keempat pekerja yang sebelumnya sudah menempuh perjalanan dengan berjalan kaki selama tiga hari tiga malam dalam keadaan kelelahan.

PKS Madina kemudian kembali berkoordinasi dengan Wawan Romliansah untuk mencari alternatif pemulangan. Upaya tersebut mendapat dukungan dari jaringan PKS di Jawa Barat dan Mandailing Natal. DPD PKS Kabupaten Kuningan, PKS Kota Bandung, PKS Kabupaten Bandung, Teja Minang, serta kader-kader PKS Madina turut bergotong royong membantu memenuhi kebutuhan perjalanan dan akomodasi keempat pekerja tersebut.

Dukungan lintas daerah itu akhirnya membuka jalan bagi mereka untuk pulang dengan perjalanan yang lebih layak. Pada Selasa (25/8/2026) pukul 17.15 WIB, keempat pekerja tersebut resmi diberangkatkan dari loket ALS Panyabungan menuju Jawa Barat.

Tiga hari kemudian, tepatnya Jumat (28/8/2026), mereka tiba dengan selamat di Jawa Barat dan kembali berkumpul bersama keluarga masing-masing. Perjalanan yang sebelumnya dipenuhi ketidakpastian akhirnya berujung pada pertemuan kembali dengan orang-orang yang mereka rindukan.

Bagi PKS Madina, bantuan tersebut tidak berhenti pada memberikan tempat beristirahat ketika keempat pekerja tiba dalam kondisi kelelahan. Upaya dilanjutkan dengan mencari jalan keluar dan membangun koordinasi dengan berbagai pihak hingga mereka benar-benar dapat kembali ke daerah asal.

Kisah empat pekerja tersebut menunjukkan bahwa persoalan yang dihadapi masyarakat di satu daerah dapat menjadi perhatian bersama ketika kepedulian dibangun melalui kerja sama. Dari informasi yang diterima Wawan Romliansah, bantuan kemudian terhubung dengan DPD PKS Mandailing Natal dan berlanjut kepada dukungan jaringan PKS di Jawa Barat.

Melalui peristiwa tersebut, PKS Madina menunjukkan kepedulian dengan hadir ketika masyarakat membutuhkan bantuan, sekaligus membangun kolaborasi agar persoalan yang dihadapi warga dapat menemukan jalan keluar. Kepedulian yang dimulai dari sebuah pertemuan sederhana di kantor partai itu akhirnya mengantarkan empat pekerja kembali ke rumah dan berkumpul bersama keluarga.

Sumber: Unggahan Resmi DPD PKS Mandailing Natal, September 2026


Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *