JAKARTA — Partai Keadilan Sejahtera (PKS) memperkuat gagasan tentang kepemimpinan nasional melalui Focus Group Discussion (FGD) Kepemimpinan dan Lingkungan Strategis (Lingstra) Nasional yang digelar Majelis Pertimbangan Pusat (MPP) PKS di Aula Utama Kantor DPTP PKS, Selasa (15/9/2026). Mengusung tema “SDM Berkualitas dan Berintegritas Untuk Kepemimpinan Nasional”, forum ini membahas pentingnya menyiapkan sumber daya manusia yang berkualitas dan berintegritas untuk menghadapi tantangan Indonesia di masa mendatang.
Ketua Majelis Syura PKS Sohibul Iman hadir sebagai keynote speaker dalam kegiatan tersebut. FGD juga menghadirkan Memed Sosiawan, Ketua Komisi Kebijakan Publik (KKP) MPP PKS; M. Kholid, Sekretaris Jenderal PKS; Mardani Ali Sera, Ketua BP3 DPP PKS; Mahyeldi Ansharullah, Gubernur Sumatera Barat sekaligus Ketua MPW PKS Sumatera Barat; Bambang Rukminto dari ISESS; serta Prof. Djohermansyah Djohan, akademisi dan pakar otonomi daerah.
Sebanyak 50 peserta dari unsur Pimpinan MPP PKS, Pengurus DPP PKS, dan Pimpinan Dewan Syariah Pusat (DSP) PKS mengikuti forum tersebut. Keterlibatan lintas-struktur ini menunjukkan bahwa isu kepemimpinan nasional dibahas dengan mempertimbangkan berbagai aspek, mulai dari politik dan pemerintahan hingga kebijakan publik serta perkembangan lingkungan strategis.
Ketua MPP PKS Mulyanto menilai penyiapan SDM berkualitas dan berintegritas merupakan bagian penting dari upaya membangun kepemimpinan nasional. Menurutnya, pemimpin yang mengemban amanah publik membutuhkan kapasitas dan kompetensi yang berjalan seiring dengan integritas, visi kebangsaan, serta orientasi pengabdian kepada masyarakat.
“Kita membutuhkan kepemimpinan politik nasional yang mampu merealisasikan cita-cita nasional sekaligus menghadirkan kembali spirit para pendiri bangsa untuk mewujudkan masyarakat Indonesia yang adil, makmur, dan sejahtera,” ujar Mulyanto dalam sambutannya.
Menurut Mulyanto, proses penyiapan pemimpin tidak dapat dilakukan secara instan. Pembentukan sumber daya manusia perlu berlangsung secara terencana dan berkelanjutan agar calon pemimpin memiliki kesiapan menghadapi perubahan serta mampu mengambil keputusan secara bertanggung jawab ketika mengemban amanah publik.
Kebutuhan tersebut semakin penting di tengah perubahan lingkungan strategis Indonesia, mulai dari dinamika geopolitik, transformasi ekonomi dan teknologi, perkembangan demokrasi dan desentralisasi, hingga tuntutan terhadap kualitas pelayanan publik. Kondisi tersebut menuntut pemimpin yang tidak hanya mampu membaca perubahan, tetapi juga memiliki keteguhan nilai dan kecakapan dalam menentukan arah kebijakan.
Dalam perspektif PKS, penguatan kapasitas tersebut perlu berjalan bersama pembentukan karakter dan orientasi pengabdian. Kompetensi profesional dan integritas moral dipandang sebagai fondasi penting dalam menyiapkan sumber daya manusia yang dapat mengambil peran dalam kehidupan publik.
Melalui FGD Kepemimpinan dan Lingstra Nasional, MPP PKS mendorong terbangunnya kesamaan perspektif mengenai karakter dan kapasitas pemimpin yang dibutuhkan Indonesia. Gagasan tersebut diharapkan menjadi bagian dari proses penyiapan kepemimpinan yang profesional, berintegritas, memiliki visi kebangsaan, dan mampu berkontribusi bagi terwujudnya Indonesia yang adil, makmur, dan sejahtera.
Sumber: DPP PKS, September 2026


Leave a Reply