MEDAN — Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Dr. H. Almuzzammil Yusuf (AMY) menyampaikan gagasan tentang lima rumah perjuangan PKS dalam tausiyah kebangsaan di Sumatera Utara, Ahad (30/8/2026). Konsep tersebut menggambarkan ruang perjuangan kader PKS dalam menjalankan peran sebagai pembawa risalah rahmatan lil ‘alamin, yang dimulai dari lingkungan terdekat hingga kehidupan kebangsaan dan kemanusiaan.
Rumah pertama yang ditekankan AMY adalah rumah tangga atau keluarga. Menurutnya, perjuangan perlu dimulai dari lingkungan keluarga karena keluarga merupakan salah satu pilar penting dalam membangun ketahanan dakwah. Nilai-nilai perjuangan, keteladanan, dan kepedulian perlu terlebih dahulu tumbuh dalam kehidupan keluarga sebelum diperluas ke ruang sosial yang lebih besar.
Rumah kedua adalah rumah Allah atau masjid. Pada ruang ini, AMY mengajak kader membangun jembatan hati dengan seluruh jamaah masjid tanpa membedakan latar belakang organisasi kemasyarakatan maupun pilihan politik. Perbedaan tersebut, menurutnya, tidak seharusnya menjadi penghalang untuk membangun kebersamaan dalam mewujudkan kehidupan masyarakat yang baik dan diridai Allah.
Dari lingkungan masjid, perjuangan kemudian berlanjut pada rumah ketiga, yakni tempat kader bekerja dan mengabdi melalui Partai Keadilan Sejahtera. PKS dipandang sebagai ruang untuk mengaktualisasikan nilai-nilai yang telah dibangun dari keluarga dan lingkungan keagamaan ke dalam kerja organisasi serta pelayanan kepada masyarakat.
Rumah keempat yang disebut AMY adalah rumah kebangsaan, yakni Negara Kesatuan Republik Indonesia. Kader didorong untuk memandang Indonesia sebagai rumah bersama yang harus dijaga, dirawat, dan dibangun melalui kontribusi nyata. Perjuangan politik, dalam konteks tersebut, tidak dilepaskan dari tanggung jawab untuk menghadirkan kebaikan bagi kehidupan berbangsa dan bernegara.
Sementara rumah kelima adalah rumah kemanusiaan. Menurut AMY, ruang kemanusiaan menjadi bagian penting dari representasi Islam rahmatan lil ‘alamin. Kepedulian tidak berhenti pada kelompok atau lingkungan sendiri, tetapi diwujudkan melalui keberpihakan terhadap kemaslahatan dan persoalan kemanusiaan secara lebih luas.
Lima rumah tersebut menunjukkan bahwa perjuangan kader tidak berhenti pada ruang internal partai. Dimulai dari keluarga, diperluas melalui kehidupan masjid, diwujudkan dalam kerja kepartaian, diarahkan untuk kepentingan bangsa, dan pada akhirnya bermuara pada pengabdian kemanusiaan.
Melalui gagasan tersebut, AMY mengajak kader PKS Sumatera Utara untuk memperluas makna pengabdian. Nilai-nilai Islam tidak hanya diwujudkan dalam kehidupan pribadi dan kelompok, tetapi juga diterjemahkan dalam kerja kebangsaan serta kepedulian terhadap sesama sebagai bagian dari ikhtiar menghadirkan Islam yang membawa rahmat bagi seluruh alam.


Leave a Reply