Anggota DPRD Sumatera Utara Fraksi PKS, Dr. H. Ahmad Darwis, S.Ag., M.A. menegaskan bahwa :
“Pelaksanaan ibadah puasa tidak boleh menjadi alasan terhentinya pemenuhan gizi masyarakat”. Hal tersebut disampaikannya di Medan beberapa saat yang lalu (19/1) kepada wartawan terkait pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang tetap berjalan selama bulan Ramadan, termasuk sebagai bagian dari persiapan menuju Ramadan 2026. Dirinya pun mendorong penyesuaian mekanisme Makan Bergizi Gratis selama Ramadan agar kebutuhan nutrisi kelompok rentan tetap terpenuhi
Menurut Aleg DPRD Sumut Dapil 2 : Kota Medan B ini, MBG memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan masyarakat, khususnya bagi kelompok rentan seperti anak-anak, ibu hamil, lansia, santri, serta masyarakat kurang mampu. Dirinya menilai meskipun masyarakat menjalankan ibadah puasa, tubuh tetap membutuhkan asupan nutrisi yang cukup dan seimbang agar daya tahan dan kondisi kesehatan tetap terjaga. Darwis menjelaskan, pelaksanaan MBG selama Ramadan dapat dilakukan dengan penyesuaian mekanisme tanpa menghilangkan tujuan utama program.
“ Saya berpandangan bahwa penyesuaian tersebut mencakup pengaturan waktu konsumsi makanan, seperti diarahkan untuk sahur atau berbuka puasa, sehingga tetap relevan dengan kondisi masyarakat yang berpuasa ” tegas Aleg yang kerap disapa UAD ini.
Menu yang disalurkan pun tetap harus memenuhi standar gizi, meliputi karbohidrat, protein, sayuran, buah-buahan, serta mineral yang dibutuhkan tubuh. Ia menambahkan, keberlanjutan MBG selama Ramadan diharapkan mampu mencegah terjadinya gizi buruk, malnutrisi, dan stunting, sekaligus berkontribusi dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia. Pemenuhan gizi yang konsisten dinilai menjadi fondasi penting bagi tumbuh kembang anak dan kesehatan masyarakat secara keseluruhan.
Selain manfaat kesehatan, Darwis juga menyoroti nilai sosial dan ekonomi dari pelaksanaan MBG. Program ini dinilai dapat memperkuat solidaritas sosial di tengah masyarakat melalui keterlibatan berbagai pihak, termasuk dapur masyarakat, relawan, dan pelaku usaha lokal. Dengan pengelolaan yang baik, MBG tidak hanya memberikan manfaat langsung bagi penerima, tetapi juga mendorong perputaran ekonomi di tingkat lokal. Kedepan, Ahmad Darwis berharap pelaksanaan MBG selama Ramadan dapat direncanakan secara lebih matang dengan pengawasan dan evaluasi yang berkelanjutan. Ia menekankan pentingnya koordinasi lintas pihak agar program ini berjalan tepat sasaran, efektif, dan benar-benar memberikan dampak positif bagi masyarakat yang membutuhkan.red.


Leave a Reply