Berita Terkini

Menu

Dewan Apresiasi Pembiayaan Nelayan dan Petani Libatkan OJK

sumut.pks.id, JAKARTA – Anggota Badan Anggaran DPR RI, Andi Akmal Pasluddin mengapresiasi upaya Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) melibatkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Kementerian Kelautan, dan Perikanan, serta kepala daerah dalam program pembiayaan untuk nelayan dan petani. Andi Akmal menyampaikan hal ini dalam rilisnya, Senin (11/5).

“Secara simbolis, pembiayaan oleh pemerintah pada sektor kelautan, dimana nelayan sebagai obyek penerima langsung, merupakan sebuah harapan besar pada program kesejahteraan yang menyentuh langsung kepada rakyat kecil,” kata Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi PKS tersebut.

Andi Akmal mengatakan Program Jaring (Jangkau, Sinergi, Guideline) yang diresmikan Jusuf Kalla di Sulawesi Selatan (Sulsel) merupakan pintu gerbang keberpihakan pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan petani dan nelayan.

“Program Jaring yang diresmikan Pak JK di Takalar, Sulsel dengan target  utama peningkatan pembiayaan sektor kelautan dan perikanan, merupakan pintu gerbang keberpihakan dalam peningkatan kesejahteraan rakyat kecil. Hal ini dapat ditularkan, mengingat pembiayaan petani yang selama ini dikelola Kementerian Pertanian belum menunjukkan hasil memuaskan di masyarakat,” jelasnya.

Menurut politisi dari Daerah Pemilihan (Dapil) Sulawesi Selatan 2 itu, selama ini para petani dan nelayan masih dianggap sebagai kelompok masyarakat kecil dan dipandang sebelah mata oleh perbankan. Hal ini disebabkan pekerjaan petani dan nelayan tidak memiliki rutinitas keuangan bulanan.

“Pihak perbankan merasa dirugikan jika memberi pinjaman kepada kelompok masyarakat ini (petani dan nelayan) karena berbeda struktur kerja keuangannya. Sehingga, akan sulit sekali pihak perbankan memberi pinjaman pada petani dan nelayan dengan alasan NPL (Non-Performing Loan) atau kredit macet bank akan melonjak. Hal ini merupakan momok mengerikan pihak perbankan,” kata Andi Akmal.

Andi Akmal menerangkan selama ini pembiayaan di sektor pertanian dikelola oleh Direktur Pembiayaan eselon dua di bawah Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian dalam bentuk PUAP (Program Usaha Agribisnis Pedesaan). Ia menyebut tingkat keberhasilan PUAP masih di bawah 50 persen. Hal ini disebabkan kurangnya pemahaman petani dan kontrol pemerintah.

“Petani menganggap bahwa dana dari pemerintah dianggap hibah sehingga tanggung jawab mengembalikan dana diabaikan. Di lain pihak, sosialisasi dan pendampingan terhadap petani sangat kurang karena lemahnya sistem dan SDM yang dilibatkan. Ini penyebab utama rendahnya keberhasilan program PUAP,” jelasnya.

Pendampingan keuangan oleh OJK serta dukungan kementerian teknis dan kepala daerah, tambah Andi Akmal, merupakan harapan besar bagi peningkatan kesejahteraan rakyat kecil, terutama nelayan dan petani.

“Kami di legislatif akan mendukung dan mengawal program ini untuk dapat diterapkan pada petani dan nelayan. Sehingga petani dan nelayan memahami pembiayaan, resiko bisnis, dan merasa didukung secara psikologis oleh regulasi otoritas pemerintah,” pungkasnya. [pks.id]

 

Share This:

Post Tags:

Jillur Rahman

I'm Jillur Rahman. A full time web designer. I enjoy to make modern template. I love create blogger template and write about web design, blogger. Now I'm working with Themeforest. You can buy our templates from Themeforest.

No Comment to " Dewan Apresiasi Pembiayaan Nelayan dan Petani Libatkan OJK "

  • To add an Emoticons Show Icons
  • To add code Use [pre]code here[/pre]
  • To add an Image Use [img]IMAGE-URL-HERE[/img]
  • To add Youtube video just paste a video link like http://www.youtube.com/watch?v=0x_gnfpL3RM